ilustrasi instalasi listrik (unsplash.com/stephan hinni)
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, rumah disarankan dilengkapi dengan sistem proteksi listrik yang memadai, tidak hanya MCB untuk korsleting, tetapi juga perangkat anti setrum seperti Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB/RCBO. Perangkat ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan pada tingkat yang sangat kecil, sehingga dapat membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik.
Salah satu contoh perangkat proteksi tersebut adalah RCCB Domae dari Schneider Electric, yang dirancang khusus untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen. RCCB Domae tersedia dengan sensitivitas 30 mA untuk membantu melindungi manusia dari sengatan listrik, serta 300 mA yang ditujukan untuk membantu mengurangi risiko kebakaran akibat kebocoran arus.
Penggunaan RCCB sebagai pelengkap MCB menjadi bagian penting dari sistem kelistrikan rumah yang lebih aman, terutama di kondisi lingkungan lembap atau berisiko tergenang air.
Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste mengatakan Keselamatan listrik merupakan fondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman, terutama di tengah tantangan musim hujan dan meningkatnya risiko banjir.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas. Schneider Electric berkomitmen untuk terus mendukung upaya tersebutmelalui edukasi keselamatan listrik serta penyediaan solusi proteksi yang andal dan sesuai standar. Kami percaya bahwa peningkatan kesadaran dan penerapan sistem kelistrikan yang tepat dapat membantu melindungi lebih banyak keluarga dari risiko sengatan listrik dan bahaya lainnya,” ujarnya.