Medan, IDN Times - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dapat meningkatkan risiko gangguan saluran napas, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara, Dr. Rizky Adriansyah, menjelaskan bahwa kabut asap tidak selalu langsung menyebabkan infeksi, tetapi dapat membuat saluran napas lebih sensitif dan daya tahan lokal menurun.
"Kabut asap dapat mengiritasi saluran napas, terutama pada anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan asma atau penyakit paru," ujar Dr. Rizky.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Saluran napas yang lebih kecil, frekuensi napas yang lebih cepat, dan sistem imun yang belum sekuat orang dewasa membuat anak lebih mudah batuk, pilek, sesak, atau penyakit napas yang sudah ada seperti asma menjadi kambuh.
