Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Medan Nikah di Acara Car Free Day, Wali Kota: Nikah Siri Itu Berisiko
Program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah dan Gemah KUA Asri (Dok. Diskominfo Medan)
  • Wali Kota Medan, Rico Waas, hadir di CFD Lapangan Merdeka untuk mendukung Gerakan Sadar (GAS) Nikah dan menegaskan pentingnya pencatatan pernikahan resmi.
  • Rico menyoroti risiko nikah siri yang dapat menimbulkan masalah administratif seperti data kependudukan, pendidikan anak, dan akses bantuan pemerintah di masa depan.
  • Melalui program GAS Nikah, pasangan langsung memperoleh buku nikah serta pembaruan data kependudukan di tempat, memastikan legalitas agama dan hukum negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3 Mei 2026

Pada Minggu pagi di kawasan Car Free Day Lapangan Merdeka Medan, digelar prosesi pernikahan dalam rangka Gerakan Sadar (GAS) Nikah yang diinisiasi oleh APRI Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir memberikan dukungan dan menekankan pentingnya pencatatan pernikahan.

kini

Program GAS Nikah terus disosialisasikan sebagai upaya mendorong masyarakat mencatatkan pernikahan secara resmi agar memiliki kekuatan hukum dan perlindungan administratif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Prosesi pernikahan berlangsung di area Car Free Day Medan sebagai bagian dari Gerakan Sadar (GAS) Nikah yang menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
  • Who?
    Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir menyaksikan pernikahan Melisa Putri dan pasangannya serta memberikan imbauan kepada masyarakat tentang legalitas pernikahan.
  • Where?
    Kegiatan dilaksanakan di kawasan Car Free Day Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Acara berlangsung pada Minggu pagi, 3 Mei 2026, bersamaan dengan kegiatan rutin Car Free Day di pusat kota Medan.
  • Why?
    Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan guna menghindari masalah administratif dan hukum di masa depan.
  • How?
    Pemerintah bersama Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Medan menyediakan layanan langsung berupa buku nikah dan pembaruan data kependudukan bagi pasangan yang menikah di lokasi acara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pagi-pagi di Medan ada orang nikah di jalan yang ditutup buat mobil. Namanya Melisa dan pasangannya. Banyak orang lihat, termasuk Pak Wali Kota Rico Waas. Pak Rico bilang nikah harus dicatat biar sah dan nggak susah nanti. Dia juga kasih nasihat supaya keluarga baru itu rukun dan saling sayang terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prosesi pernikahan di CFD Medan menghadirkan suasana hangat yang tidak hanya merayakan cinta, tetapi juga menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi keluarga. Melalui program GAS Nikah, pasangan langsung memperoleh buku nikah dan pembaruan data kependudukan, mencerminkan pelayanan publik yang efisien serta komitmen pemerintah kota terhadap tertib administrasi dan kesejahteraan warganya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Ada yang berbeda dari suasana Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka Medan pada Minggu (3/5/2026). Sebab, bukan sekadar olahraga, ribuan mata tertuju pada sebuah prosesi sakral yang menjadi bagian dari Gerakan Sadar (GAS) Nikah yang diinisiasi oleh Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Medan.

​Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh sekaligus menyaksikan prosesi pernikahan Melisa Putri dan pasangannya. Kehadiran Rico Waas menjadi simbol bahwa Pemko Medan berkomitmen memberikan perlindungan hukum bagi setiap keluarga di kota Medan.

1. Nikah siri berisiko menimbulkan kerumitan administratif di masa depan

Program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah dan Gemah KUA Asri (Dok. Diskominfo Medan)

​Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa cinta saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan. Ia menyoroti fenomena "nikah siri" yang masih kerap ditemukan di masyarakat, yang menurutnya berisiko menimbulkan kerumitan administratif di masa depan.

"Pernikahan yang tidak tercatat akan menimbulkan berbagai persoalan di kemudian hari, terutama terkait administrasi kependudukan, pendidikan anak, hingga akses terhadap bantuan pemerintah. Oleh karena itu, pencatatan pernikahan menjadi hal yang sangat penting," kata Rico Waas.

2. Program GAS Nikah memiliki paket lengkap berupa buku nikah dan pembaruan data kependudukan di tempat

Program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah dan Gemah KUA Asri (Dok. Diskominfo Medan)

​Rico Waas menjelaskan bahwa melalui program GAS Nikah, pasangan pengantin tidak perlu menunggu lama. Mereka langsung mendapatkan paket lengkap berupa buku nikah dan pembaruan data kependudukan di tempat, sehingga status mereka sah secara agama maupun hukum negara.

"Kami juga menghimbau agar masyarakat mencatatkan pernikahan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga memiliki kekuatan hukum dan tercatat dalam administrasi negara,"himbau Rico Waas.

3. Rico beri nasihat kepada kedua mempelai agar menjaga keutuhan rumah tangga

Program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah dan Gemah KUA Asri (Dok. Diskominfo Medan)

Selain memberikan pesan penting tentang legalitas pernikahan, dalam kesempatan itu Rico Waas juga menyampaikan nasihat kepada kedua mempelai agar menjaga keutuhan rumah tangga.

"Saya berharap pernikahan ini menjadikan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang," harapnya.

Editorial Team