Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau jemaah haji di Embarkasi Medan (Dok. Humas Kanwil Haji dan Umroh Sumut)
Dalam arahannya kepada jemaah, Wamenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji serta menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
“Bapak dan Ibu, jaga kesehatan dan kurangi berbelanja, terutama untuk hal-hal yang tidak penting,” pesannya.
Saat diwawancarai Humas Kanwil Kemenhaj Sumut, Dahnil menjelaskan bahwa Sumatra Utara memiliki posisi penting dalam operasional haji tahun ini karena menjadi titik transit sekaligus lokasi mitigasi apabila terjadi kendala penerbangan maupun kondisi kesehatan jemaah.
“Sumut ini menjadi buffer zone. Artinya, Sumatra Utara harus siap melakukan mitigasi dan pelayanan terhadap jemaah yang terpaksa tidak bisa berangkat karena sakit maupun akibat technical landing pesawat,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan pelayanan tambahan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga koordinasi cepat dengan maskapai dan pihak syarikah.
“Beberapa hari lalu ada pesawat yang harus landing di sini dan dilakukan pergantian pesawat. Maka pelayanan harus cepat, termasuk hotel, konsumsi, dan kebutuhan jemaah lainnya,” ujarnya.
Dahnil menyebut secara umum pelayanan di Embarkasi Medan berjalan baik dan mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mengapresiasi kesiapan petugas dalam melayani jemaah reguler maupun jemaah transit.
“Alhamdulillah, konsumsi tidak ada masalah, akomodasi lancar, dan pelayanan terhadap jemaah transit maupun technical landing juga berjalan baik,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan evaluasi harus terus dilakukan, termasuk terhadap berbagai keluhan jemaah seperti kerusakan tas bawaan.
“Kalau ada kekurangan, harus langsung ada perbaikan dan evaluasi. Cara-cara seperti ini harus terus dilakukan,” tegasnya.
Wamenhaj juga meminta agar kegiatan seremonial keberangkatan tidak dilakukan secara berlebihan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup. Terutama bagi jemaah gelombang kedua yang langsung mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan umrah wajib setibanya di Arab Saudi.
“Mereka membutuhkan energi yang besar. Jadi harus banyak istirahat, termasuk selama di pesawat,” pungkasnya.