Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Ibu Hamil Ditandu Warga 6 Jam Lewati Jalan Rusak, Bayi Meninggal di Kandungan
Warga Aek Nabara tandu ibu hamil ke rumah dakit lewat jalan rusak (dok.Samsul Bahri for IDN Times)

Tapanuli Selatan, IDN Times - Seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, mengalami pengalaman memilukan. Ia ditandu warga melewati jalanan rusak di desanya selama 6 jam untuk bisa ke rumah sakit, Sabtu (9/5/2026).

Sebab, bayinya yang berumur 9 bulan dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan. Warga Desa Dalihan Natolu bergotong royong membantu Tuti dan suaminya. Sebab, jalanan desa mereka sama sekali tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

1. Bayi di kandungan sudah meninggal, warga evakuasi sang ibu pakai tandu ke rumah sakit

Ibu hamil bernama Tuti ditandu warga ke rumah sakit (dok.Samsul Bahri for IDN Times)

Samsul Bahri Sihombing selaku warga Desa Dalihan Natolu sekaligus tabib di kampungnya menceritakan kronologis mereka membantu Tuti Daulay. Mereka berjalan sambil membawa tandu sejauh 30 kilometer.

"Mulanya saya dapat telepon, baru saya berangkat ke sana. Saya sampai di sana (Aek Nabara) habis salat Isya, kira-kira jam 20.00 WIB. Saat saya cek, menurut hemat saya, bayi yang di dalam kandungan ibu itu telah meninggal. Tak bernyawa. Lalu saya sarankan dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa hari Sabtu tanggal 9 itu sesuai dengan video viral, itulah kenyataannya," kata Samsul Bahri, Selasa (12/5/2026) melalui saluran telepon.

Samsul Bahri dan warga Desa Dalihan Natolu kompak membantu Tuti. Mereka membuat tandu dan melewati jalanan rusak.

Sesampainya di rumah sakit, ternyata dugaan warga benar. Bayi yang berada di kandungan Tuti sudah meninggal dunia.

"Sampai di rumah sakit hari Sabtu sore. Operasinya dilakukan hari Minggu tanggal 10. Operasinya berjalan, si Ibu dinyatakan sehat namun ternyata bayinya itu sudah meninggal," lanjutnya.

2. Perjuangan warga gotong royong tandu ibu hamil lewati jalan rusak 6 jam lamanya

Warga Aek Nabara tandu ibu hamil ke rumah dakit lewat jalan rusak (dok.Samsul Bahri for IDN Times)

Perlu perjuangan ekstra bagi warga Dalihan Natolu melewati jalanan rusak. Mereka harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan medan tanah yang licin.

"Kami menempuh perjalanan 6 jam, total ada 30 kilometer lah biar sampai ke Dusun Hasahatan Kecamatan Sipirok. Di sanalah dapat mobil," ungkap Samsul.

Ia mengaku bahwa jalanan menuju kampung mereka sangat jelek. Bahkan kendaraan roda dua pun sulit melintas. Itu sebabnya warga memutuskan membuat tandu untuk mengevakuasi Tuti agar lebih aman.

"Jangankan pengaspalan, alat berat aja pun belum pernah masuk ke sana. Jalannya sempit, ada 20 orang yang menandu dan kami ganti-gantian," akunya.

3. Sudah pernah ada kejadian serupa

Tuti, ibu hamil yang ditandu warga Aek Nabara (dok.Samsul Bahri for IDN Times)

Masyarakat di Desa Dalihan Natolu atau desa lain yang terdampak, biasanya mempercayakan proses persalinan ke tabib kampung. Sebab tidak memungkinkan membawa ibu hamil ke rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh. Samsul mengatakan bahwa sebelum Tuti, ada juga ibu hamil yang ditandu.

"Dari dusun lain ada. Sudah dua kali kejadian kayak gitu juga. Digotong menuju Kecamatan Arse itu pun sekitar 7 jam lah di perjalanan," beber Samsul.

Dulu disebutnya sudah pernah ada bidan yang ditugaskan di desa mereka. Namun tak lama ia mengurus surat pindah.

"Jadinya setiap ada yang sakit di daerah itu, meliputi 3 dusun, selalu saya ditelepon orang itu untuk membantu. Saya pun ke rumah mereka jalan kaki," pungkasnya.

Besar harapan warga agar akses ke desa mereka diperbaiki. Bahkan hingga saat ini, menurut pengakuan Samsul, desa mereka dialiri listrik berbantukan tenaga surya.

Editorial Team