Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Aksi Geng Motor Bawa Sajam Membabi Buta Serang Warung Biliar
Puluhan anggota geng motor serang warung biliar pakai sajam (dok.istimewa)
  • Puluhan remaja geng motor bersenjata tajam menyerang warung biliar di Jalan Besar Delitua, Deli Serdang, menyebabkan kepanikan dan kerusakan parah pada fasilitas serta kendaraan pengunjung.
  • Rekaman CCTV menunjukkan pengunjung berlarian menyelamatkan diri ke lantai dua sementara geng motor merusak motor, melempari batu dan botol, bahkan menembakkan panah ke dalam warung.
  • Pekerja warung menyebut penyerangan terjadi tanpa alasan jelas, tidak ada konflik sebelumnya dengan pengunjung, dan pihak warung telah melaporkan insiden ini ke polisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Deli Serdang, IDN Times - Teror geng motor kembali terjadi di Sumatra Utara tepatnya di satu warung biliar Jalan Besar Delitua, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Konvoi geng motor yang terdiri dari puluhan anak-anak remaja itu membawa senjata tajam dan menyerang pengunjung yang ada di sana.

Para pengunjung yang panik berhamburan menyelamatkan diri. Namun geng motor itu semakin membabi buta memorak-porandakan fasilitas warung biliar dan merusak motor para pengunjung.

1. Bawa senjata tajam dan panah, 50 lebih anggota geng motor serang warung biliar

rekaman cctv menunjukkan geng motor serang warung biliar (dok.istimewa)

Insiden mencekam ini dibenarkan oleh pekerja warung biliar, Fadhilah Irfa Daulay. Kala itu ia tengah berjaga dan membereskan barang-barang berserakan.

"Tiba-tiba saya dengar suara motor dari jalanan ke sini. Mereka langsung menyerang ke mari, masuk ke dalam toko," cerita Fadhilah ketakutan, Senin (30/3/2026).

Penyerangan geng motor ini disebut Fadhilah terjadi pada Sabtu (28/3/2026) dini hari. Tak tanggung-tanggung, total toko biliar tersebut diserang 50 lebih remaja anggota geng motor.

"Sekitar 50 lebih itu loh orangnya. Ada yang pakai senjata tajam, panah, pakai celurit," lanjutnya.

2. Motor milik pengunjung dan fasilitas warung biliar dirusak geng motor pakai sajam

Fadhilah selaku pekerja di warung biliar (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, tampak pengunjung warung biliar lari kocar-kacir naik ke lantai dua. Mereka takut menjadi korban penyerangan. Namun, alih-alih puluhan geng motor itu merusak kendaraan para pengunjung.

"Dipukul semua motor-motor yang di depan ini. Pengunjung pada masuk ke dalam. Mereka dilempari batu, botol-botol minuman ke dalam, berbagai macamlah, sampai panah pun dimasukkan ke dalam. Ada bekasnya menancap," jelas Fadhilah.

Akibat penyerangan ini, motor pengunjung rusak parah. Bahkan ada 3 motor yang sampai saat ini tidak dapat hidup kembali.

"Motor pada rusak sebelah body-nya, lampu-lampunya bolong. Bahkan ada motor yang sempat mau dilarikan (dicuri) orang itu. Tapi gak bisa, dibuang sama orang itu lagi," beber Fadhilah.

3. Penyerangan disebut tanpa ada sebab yang jelas

Puluhan anggota geng motor serang warung biliar pakai sajam (dok.istimewa)

Saat disinggung mengenai masalah apa yang timbul, Fadhilah mengatakan bahwa penyerangan geng motor terjadi tanpa sebab yang jelas. Bahkan tidak ada dari pengunjung warung biliar yang terlibat masalah dengan mereka.

"Enggak ada. Orang yang main di sini pun orang yang pada baru pulang kerja. Bahkan ada yang hendak istirahat di sini," ungkap Fadhilah.

Pihaknya saat ini sudah mantap membuat laporan polisi. Sebab terdapat banyak fasilitas milik warung biliar dan pengunjung yang dirusak geng motor bersajam.

"Gak sering lewat geng motor di sini. Tapi seminggu yang lalu pernah lewat, cuma gak tahu apakah itu kelompok yang sama atau bukan. Pernah juga mau menyerang di sini, tapi waktu itu gak pakai sajam," pungkasnya.

Editorial Team