Medan, IDN Times - Menjadi vegan dan vegetarian kini bukan hanya soal pilihan makanan, tetapi tentang komitmen menjaga lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan makhluk hidup. Pesan itulah yang menjadi benang merah Vegan Carnaval 2026 dengan tema "Vegan Around The World" di Medan.
Penyelenggara acara, Lisa Zhang, mengatakan tujuan utama karnaval tahun ini adalah mengajak masyarakat melihat vegan sebagai gaya hidup yang relevan, mudah, dan berdampak.
"Tujuan kami adalah mengajak masyarakat mengenal gaya hidup vegan dengan cara yang menyenangkan. Lebih dari sekadar makanan, kami ingin menumbuhkan kepedulian terhadap bumi melalui pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan sehari-hari," ujar Lisa, Jumat (11/10/2026) kemarin di pelataran Maha Vihara Maitreya.
Menurut Lisa, salah satu miskonsepsi terbesar adalah menganggap vegan itu mahal, sulit, dan hanya makan sayur. Padahal, di Indonesia sendiri sumber protein nabati sudah sangat dekat.
"Tempe, tahu, dan kacang-kacangan adalah contoh makanan yang sudah akrab dengan masyarakat kita dan bisa menjadi sumber protein. Jadi, makanan vegan tidak selalu mahal atau sulit ditemukan," tegasnya.
Dia menjelaskan, vegan adalah bentuk komitmen. Ketika seseorang memilih makanan berbasis nabati, ia secara tidak langsung berkontribusi mengurangi jejak karbon, menjaga lingkungan, dan menciptakan kehidupan yang lebih damai bagi hewan.
