Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Vegan Carnaval 2026 di Medan Tekankan Pentingnya Komitmen Jaga Bumi
Vegan Carnaval 2026 (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Vegan Carnaval 2026 bertema "Vegan Around The World" di Medan mengajak masyarakat melihat vegan sebagai gaya hidup yang relevan untuk lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan makhluk hidup.

  • Acara menghadirkan sekitar 50 tenant kuliner vegan dunia serta Showcase Gallery untuk meluruskan empat miskonsepsi, termasuk anggapan bahwa vegan mahal, sulit, dan hanya makan sayur.

  • Karnaval menawarkan parade kostum, talkshow, pertunjukan, lukisan langsung, dan informasi kesehatan; peserta menekankan perubahan dapat dimulai dari pilihan kecil serta sumber protein nabati lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (11/10/2026) kemarin

Vegan Carnaval 2026 bertema "Vegan Around The World" digelar di pelataran Maha Vihara Maitreya, Medan. Acara menghadirkan sekitar 50 tenant kuliner vegan, edukasi empat miskonsepsi vegan, serta parade, talkshow, pertunjukan, dan informasi kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Vegan Carnaval 2026 bertema “Vegan Around The World” digelar untuk mengenalkan gaya hidup vegan, kuliner nabati, serta kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.
  • Who?
    Lisa Zhang selaku penyelenggara, sekitar 50 tenant kuliner vegan, komunitas, keluarga vegetarian, influencer vegetarian, serta Jeanice, Joya, Rainie Lynn, dan Gillian terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di pelataran Maha Vihara Maitreya, Medan.
  • When?
    Lisa Zhang menyampaikan keterangan pada Jumat, 11 Oktober 2026. Waktu pelaksanaan rinci karnaval per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Karnaval diadakan untuk mengajak masyarakat memahami vegan sebagai pilihan hidup yang mudah dan berdampak, sekaligus meluruskan anggapan bahwa makanan vegan mahal, sulit ditemukan, dan hanya berupa sayuran.
  • How?
    Panitia menghadirkan sekitar 50 tenant, Showcase Gallery tentang empat mitos vegan, lukisan langsung, parade kostum, talkshow, pertunjukan, dan informasi kesehatan dari rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Vegan Carnaval 2026 di Medan mengajak orang mengenal makanan vegan. Lisa Zhang bilang vegan bisa membantu bumi, kesehatan, dan hewan. Ada sekitar 50 tempat makanan, parade kostum, dan cerita tentang vegan. Mereka bilang tempe, tahu, dan kacang juga bisa dimakan. Sekarang orang diajak mencoba pelan-pelan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Vegan Carnaval di Medan menghadirkan ruang yang hangat dan mudah dijangkau untuk mengenal pilihan hidup berbasis nabati. Dengan tempe, tahu, dan kacang-kacangan sebagai contoh pangan akrab, acara ini memadukan pengalaman kuliner, informasi kesehatan, serta pelurusan mitos, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan hewan dapat dipahami melalui langkah-langkah kecil sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Menjadi vegan dan vegetarian kini bukan hanya soal pilihan makanan, tetapi tentang komitmen menjaga lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan makhluk hidup. Pesan itulah yang menjadi benang merah Vegan Carnaval 2026 dengan tema "Vegan Around The World" di Medan.

Penyelenggara acara, Lisa Zhang, mengatakan tujuan utama karnaval tahun ini adalah mengajak masyarakat melihat vegan sebagai gaya hidup yang relevan, mudah, dan berdampak.

"Tujuan kami adalah mengajak masyarakat mengenal gaya hidup vegan dengan cara yang menyenangkan. Lebih dari sekadar makanan, kami ingin menumbuhkan kepedulian terhadap bumi melalui pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan sehari-hari," ujar Lisa, Jumat (11/10/2026) kemarin di pelataran Maha Vihara Maitreya.

Menurut Lisa, salah satu miskonsepsi terbesar adalah menganggap vegan itu mahal, sulit, dan hanya makan sayur. Padahal, di Indonesia sendiri sumber protein nabati sudah sangat dekat.

"Tempe, tahu, dan kacang-kacangan adalah contoh makanan yang sudah akrab dengan masyarakat kita dan bisa menjadi sumber protein. Jadi, makanan vegan tidak selalu mahal atau sulit ditemukan," tegasnya.

Dia menjelaskan, vegan adalah bentuk komitmen. Ketika seseorang memilih makanan berbasis nabati, ia secara tidak langsung berkontribusi mengurangi jejak karbon, menjaga lingkungan, dan menciptakan kehidupan yang lebih damai bagi hewan.

1. Ada 50 tenant dan edukasi 4 mitos vegan

Vegan Carnaval 2026 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Tahun ini, Vegan Carnaval menghadirkan sekitar 50 tenant kuliner vegan dunia. Meski tidak secara khusus menghadirkan tenant produk eco-friendly, seluruh tenant diimbau menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan sebagai bentuk penerapan nyata kepedulian terhadap bumi.

Selain kuliner, panitia menghadirkan Showcase Gallery yang membahas empat miskonsepsi tentang vegan agar masyarakat mendapat informasi yang benar, bukan sekadar asumsi.

"Kami percaya, ketika masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba dan memahami, mereka akan lebih terbuka untuk mengenal pilihan hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan," kata Lisa.

2. Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil

Vegan Carnaval 2026 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Vegan Carnaval tahun ini juga dikemas lebih seru, edukatif, dan ramah keluarga dengan lukisan langsung dari komunitas, parade kostum, talkshow bersama keluarga vegetarian dan influencer vegetarian, pertunjukan, serta informasi kesehatan dari rumah sakit.

"Bagi saya, perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Kita tidak harus langsung mengubah semuanya, tetapi kita bisa mulai dengan mengenal dan mencoba pilihan yang berbeda," pungkas Lisa.

3. Vegan tidak hanya memakan sayur-sayuran tetapi tentang berkomitmen untuk menjaga lingkungan

Vegan Carnaval 2026 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sementara itu, Jeanice, salah satu dari parade kostum perwakilan negara Laos yang turut menyampaikan pesannya dalam acara tersebut mengatakan bahwa vegan itu tidak hanya memakan sayur-sayuran tetapi tentang berkomitmen untuk menjaga lingkungan.

Pesan senada disampaikan perwakilan lainnya. Joya dari Brazil menegaskan bahwa menjadi vegetarian itu mudah, tidak sulit. Sementara Rainie Lynn dari Indonesia mengingatkan bahwa menjadi vegetarian bukanlah hal yang buruk untuk ditutupi.

"Harapan saya semoga dengan adanya karnaval vegan ini semakin banyak hewan yang bisa hidup lebih damai dan sejahtera," kata Gillian, perwakilan dari Georgia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article