Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bunuh Mantan Mertua di Riau, Pelaku Bersama 3 Rekannya Kabur ke Sumut
Pelaku pria saat memukul bagian kepala dan leher korban dengan kayu balok (IDN Times/ istimewa)
  • Dumaris Isni, seorang ibu rumah tangga di Pekanbaru, ditemukan tewas akibat dipukul balok kayu oleh lima pelaku yang terekam jelas dalam kamera CCTV rumahnya.
  • Polisi mengamankan anak korban berinisial A untuk dimintai keterangan, sementara salah satu pelaku wanita diketahui merupakan mantan menantu korban berinisial AF.
  • Kapolda Riau memberi atensi penuh dan memerintahkan tim Reskrim Polresta Pekanbaru yang kini berada di Medan untuk memburu para pelaku hingga tertangkap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekanbaru, IDN Times - Dumaris Isni ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. IRT berumur 60 tahun itu tewas akibat dipukul menggunakan balok kayu oleh pelaku yang diduga berjumlah 5 orang itu.

Aksi pembunuhan tersebut terekam jelas dalam kamera CCTv. Bahkan, video tersebut kini telah tersebar luas di media sosial.

Kini, pihak kepolisian tengah memburu para pelaku, yang diduga kuat orang yang kenal dekat dengan korban.

1. Begini kronologinya

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

Dalam rekaman video CCTv yang kini beredar luas, awalnya terlihat satu unit mobil jenis minibus datang dan memarkirkannya dipinggir jalan, tepat didepan rumah korban. 

Dari dalam mobil itu, turun 4 orang terduga pelaku yang terdiri dari dua pria dan dua wanita. Diawali dengan dua wanita yang masuk duluan ke rumah korban. Mereka sempat berbincang diruang tamu.

Tak lama berselang, seorang pria bertopi dengan menggunakan kaos bercelana pendek dan masker, masuk sambil membawa kayu balok, yang kemudian diikuti oleh seorang pria lagi.

Setibanya didalam rumah, pria yang membawa kayu balok tersebut, langsung menyerang korban yang sedang duduk santai di kursi sofanya. Tanpa bicara sepatah katapun, pelaku pria tersebut langsung memukul korban di bagian kepala dan leher. Korban yang telah kena hantam kayu balok, seketika tak sadarkan diri. Sempat terlihat menggerakkan tangannya, pelaku kembali memukulkan balok ke arah kepala korban.

Setelah memastikan korban tidak bergerak, pelaku terlihat seperti terkejut melihat kamera CCTv yang ada disudut atas rumah korban. Melihat hal itu, pelaku langsung memukul kamera CCTv yang ada beberapa titik dalam rumah.

Beberapa menit kemudian, seorang pria lain datang menggunakan sepeda motor, namun tak lama pergi meninggalkan lokasi.

Dari rekaman CCTv lainnya, para pelaku terlihat keluar dari rumah sambil membawa sejumlah tas, diduga berisi barang berharga milik korban. Selanjutnya mereka menuju ke mobil dan langsung pergi.

Total lima orang yang terekam dalam kamera CCTv itu, yang terdiri dari tiga pria dan dua wanita.

2. Anak kandung diperiksa, salah satu pelaku wanita merupakan mantan menantu korban

Anak kandung korban berinisial A saat tiba dirumah orang tuanya (kiri) dan wanita berbaju hitam dan celana kuning adalah AF, mantan menantu korban (IDN Times/ istimewa)

Terkait peristiwa diatas, pihak kepolisian melalui Kanit Reskrim Polsek Rumbai Iptu Dodi Vivino mengatakan, pihaknya telah mengamankan satu orang, yang diketahui merupakan anak kandung korban berinisial A. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya telah dibunuh.

"A ini yang datang terakhir naik sepeda motor. Dia datang tapi tidak masuk rumah. Diduga sempat dibujuk salah satu pelaku untuk pergi. Saat ini masih kita dalami keterangannya," kata Iptu Dodi, Sabtu (2/5/2026).

Lebih lanjut, masih berdasarkan hasil rekaman CCTv itu, salah satu pelaku wanita yang lebih dulu masuk ke rumah korban, berinisial AF. Dia merupakan mantan menantu korban. 

"Itu yang memakai celana kuning (AF), mantan menantu korban. Dia sempat bersalaman dengan korban sebelum kejadian," terangnya

3. Ditelepon Kapolda, Kasat Reskrim ngaku sedang di Medan ngejar pelaku

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat menelfon Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah (IDN Times/ istimewa)

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan atensi kepada Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru dan jajarannya untuk secepatnya menangkap para pelaku pembunuhan tersebut. Dalam video yang beredar, Irjen Pol Herry Heryawan tampak langsung menelfon Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah pada hari ini.

"Dimana nggi," tanya Irjen Pol Herry Heryawan.

"Siap, masih di Medan Jenderal," jawab AKP Anggi.

Irjen Pol Herry Heryawan kemudian menanyakan terkait keberadaan AKP Anggi di Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

"Ngapain (di Medan). Pengembangan," tanya Irjen Pol Herry lagi. 

"Siap, ngejar Jenderal, pengembangan. Kami (Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru) bersama Polda Riau (Direktorat Reserse Kriminal Umum)," jawab AKP Anggi.

Atas hal tersebut, Irjen Pol Herry Heryawan menitip salam kepada anggota yang ikut dalam pengejaran pelaku pembunuhan tersebut. Irjen Pol Herry Heryawan juga mengingatkan kepada AKP Anggi bahwa dalam melakukan pengejaran pelaku tindak pidana bukanlah tugas penegakan hukum. Melainkan adalah kewajiban moral.

"Sampaikan salam saya ke seluruh anggota ya. Setiap tetes keringat kalian itu, itu membuat perubahan kepercayaan publik kepada Polresta (Pekanbaru), Polda (Riau) dan (seluruh) polisi. Jadi itu bukan karena tugas kamu, anggota kamu, tugas kalian menegakkan hukum, bukan. Tapi itu adalah kewajiban moral, imperatif kategoris, yang harus dibatinkan bahwa kalian adalah pelayan dan saya doakan dari sini, untuk kasusnya bisa terungkap. Kalau ketangkap bawa orangnya dengan baik sampai ke Pekanbaru," terang Irjen Pol Herry Heryawan.

Atas pesan Kapolda Riau itu, AKP Anggi menyatakan siap dan meminta doanya Irjen Pol Herry Heryawan agar kasus terebut secepatnya terungkap.

"Siap Jenderal, mohon doa dan dukungannya," ucap AKP Anggi.

Editorial Team