Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi disabilitas (pexels.com/MART PRODUCTION)
Ilustrasi disabilitas (pexels.com/MART PRODUCTION)

Medan, IDN Times – Akses pendidikan bagi penyandang disabilitas di Sumatera Utara (Sumut) masih memprihatinkan. Dari total 46.033 penyandang disabilitas, mayoritas tidak mendapatkan pendidikan tinggi.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dante Rigmalia menyebutkan, mayoritas penyandang disabilitas di Indonesia bahkan hanya bersekolah hingga kelas 5 sekolah dasar. Kondisi ini menunjukkan masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok disabilitas.

1. Mayoritas disabilitas berhenti di Sekolah Dasar

ilustrasi disabilitas fisik (pexels.com/Anas Aldyab)

Dante mengatakan, rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi disabilitas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari stigma, keterbatasan akses, hingga minimnya fasilitas pendidikan inklusif. Dari total penyandang disabilitas, hanya lima persen yang bisa melanjutkan hingga pendidikan tinggi.  

“Pendidikan yang layak akan memberikan kepercayaan diri bagi penyandang disabilitas,” ujar Dante  saat kunjungan ke Kantor Gubernur Sumut, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, ada enam hak penyandang disabilitas yang perlu mendapat perhatian serius, yakni stigma, pendataan, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

2. Pemprov Sumut dorong sekolah inklusif dan beasiswa

Ilustrasi disabilitas sukses(pexels.com/Antoni Shkraba)

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan, pada tahun ini Pemprov Sumut juga tengah membahas program pendidikan bagi penyandang disabilitas, mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) hingga kesiapan infrastruktur, seperti pengembangan sekolah inklusif.

“Ada sekitar 40 guru tahun ini yang akan mendapat pendampingan khusus untuk memberikan pendidikan bagi para disabilitas. Begitu pula dengan sekolah khusus yang juga sedang disiapkan, yakni sebanyak 4 sekolah tuna rungu dan 11 sekolah tuna netra,” ujarnya.

3. Penyandang disabilitas punya peluang sekolah ke Australia

ilustrasi disabilitas sensorik netra (pexels.com/Yan Krukov)

Di sisi lain, peluang pendidikan tinggi juga dibuka melalui program beasiswa dari Australia Awards Scholarship yang bekerja sama dengan Department of Foreign Affairs and Trade. Program ini memberikan kesempatan studi S2 dan S3 di Australia dengan dukungan khusus bagi penerima disabilitas.

Dengan jumlah penyandang disabilitas mencapai puluhan ribu orang di Sumut, perluasan akses pendidikan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan ketertinggalan dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Topics

Editorial Team