Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trafik JTTS Melonjak 78 Persen, Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terasa
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (KUTEPAT) Seksi 2 Kuala Tanjung – Indrapura. (dok. PT Hutama Marga Waskita)
  • Trafik di Jalan Tol Trans Sumatera melonjak 78,35 persen hingga 17 Maret 2026, menandakan arus mudik Lebaran sudah mulai terasa lebih awal dari biasanya.
  • Beberapa ruas seperti Sigli–Banda Aceh dan Pekanbaru–XIII Koto Kampar mencatat lonjakan ekstrem hingga lebih dari dua kali lipat dibanding kondisi normal.
  • Ruas tol fungsional seperti Palembang–Betung dan Sigli–Banda Aceh Seksi 1 membantu mengurai kepadatan dengan menyerap ribuan kendaraan selama periode mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Arus mudik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 17 Maret 2026, trafik kendaraan tercatat mencapai 153.823 kendaraan atau melonjak 78,35 persen dibandingkan dengan kondisi normal.

Data dari PT Hutama Karya menunjukkan lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memilih mudik lebih awal.

“Kenaikan trafik terlihat di berbagai ruas strategis, terutama jalur penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan,” ujar Plh. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Hamdani dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

1. Lonjakan trafik terjadi di hampir seluruh ruas tol utama

Gerbang Tol Padang di Jalan Tol Trans Sumatera. (dok. Hutama Karya)

Peningkatan trafik tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi merata di hampir seluruh ruas tol yang beroperasi. Beberapa ruas bahkan mencatat kenaikan di atas 80 persen dibandingkan dengan kondisi normal.

Ruas seperti Terbanggi Besar–Kayu Agung mengalami kenaikan hingga 89,71 persen, sementara Palembang–Indralaya–Prabumulih bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat atau 102,06 persen. Ini menunjukkan tingginya pergerakan kendaraan dari wilayah Sumatra Selatan sebagai salah satu kantong pemudik.

Selain itu, ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat juga mencatat trafik tinggi dengan lebih dari 27 ribu kendaraan. Hal ini menegaskan bahwa jalur menuju destinasi wisata dan kampung halaman di Sumatra Utara mulai dipadati sejak awal periode mudik.

 

2. Beberapa ruas jadi “titik panas” dengan lonjakan ekstrem

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Dok. Hutama Karya).

Di antara seluruh ruas, terdapat beberapa titik yang mengalami lonjakan sangat tinggi dan berpotensi menjadi pusat kepadatan kendaraan.

Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 mencatat kenaikan paling signifikan hingga 235,55 persen dibandingkan dengan trafik normal.

“Lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah Aceh selama periode mudik,” ujarnya.

Selain itu, ruas Pekanbaru–XIII Koto Kampar juga mengalami kenaikan hingga 121,87 persen. Kenaikan tajam ini menunjukkan adanya pergeseran arus kendaraan ke jalur alternatif yang semakin diminati pemudik.

3. Tol fungsional ikut bantu urai kepadatan arus mudik

Jalan Tol Trans Sumatera. (dok. Hutama Karya)

Tidak hanya ruas operasional, tol yang difungsikan sementara juga turut menyerap arus kendaraan selama mudik Lebaran 2026.

Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 yang telah difungsikan sejak Desember 2025 mencatat 3.603 kendaraan, sementara ruas Palembang–Betung yang mulai beroperasi fungsional pada Maret 2026 mencatat 4.399 kendaraan.

Keberadaan ruas fungsional ini menjadi strategi penting dalam mengurangi beban lalu lintas di jalur utama.

“Dengan semakin banyaknya akses yang dibuka, distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan potensi kemacetan dapat ditekan,” pungkasnya.

Editorial Team