Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tolak Bayar Setoran Preman, Kedai Kelontong Diancam Dibakar
Aksi pelaku terekam CCTV menyiram bensin di dagangan kedai kelontong hendak dibakar (dok.pribadi)
  • Seorang pemilik kedai kelontong di Deli Serdang, Ibrahim, diancam preman berinisial BB yang mengaku anggota SPSI karena menolak membayar setoran pungli sebesar Rp250 ribu.
  • Pelaku marah setelah ditolak, menyiram dagangan dengan bensin dan menodongkan pisau, namun aksi pembakaran berhasil digagalkan berkat upaya korban dan warga sekitar.
  • Ibrahim mengaku syok dan resah karena selama ini sering dimintai uang keamanan oleh pelaku, padahal usahanya hanyalah kedai kecil dengan penghasilan terbatas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Deli Serdang, IDN Times - Ruang aman bagi pemilik usaha kedai kelontong rasanya semakin sempit. Sejumlah kasus pencurian hingga kekerasan yang dilakukan preman beberapa kali dialami pedagang di Medan. Salah satunya yang baru saja menimpa Ibrahim (54 tahun).

Sampai saat ini ia mengaku syok usai diancam preman yang mengaku-ngaku sebagai anggota SPSI. Kedainya nyaris dibakar dan dirinya sempat ditodong senjata tajam diduga pisau karena menolak membayar pungutan liar (pungli) bulanan.

1. Preman mengaku SPSI meminta uang setoran Rp250 ribu kepada pemilik kedai kelontong

Ibrahim (54 tahun) pemilik kedai kelontong di Desa Paya Geli (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Saat IDN Times mendatangi kedai kelontong milik Ibrahim, di Jalan Medan-Binjai Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, kedai tersebut hendak ditutup. Karena Ibrahim ingin pergi ke Polsek Sunggal menyampaikan kesaksiannya kepada polisi.

"Peristiwanya hari Minggu 12 April jam 10.30 WIB. Mulanya, pelaku datang mau minta uang keamanan perbulan," kata Ibrahim kepada IDN Times, Selasa (14/4/2026).

Preman berinisial BB yang mengaku anggota SPSI itu biasanya meminta setoran Rp50 ribu perbulan. Namun kali ini ia datang meminta Rp250 ribu untuk 5 bulan ke depan. Jelas Ibrahim menolaknya dengan tegas.

"Dia mau mengambil (setoran) untuk 5 bulan. Dari bulan 4 ini sampai bulan 9, jadinya Rp250 ribu. Kita ini kan jualan-jualan kecil-kecilan. Tak mungkin kita kasih. Kita cuma bisa kasih Rp50 ribu. Namun dia marah-marah," lanjutnya.

2. Tak terima ditolak, pelaku siram dagangan pakai bensin dan todong pemilik pakai pisau

Aksi pelaku terekam CCTV menyiram bensin di dagangan kedai kelontong hendak dibakar (dok.pribadi)

Karena tak terima ditolak, pelaku BB melakukan tindakan anarkis. Aksinya terekam CCTV menyiram bensin di kedai kelontong milik Ibrahim dengan amarah meledak-ledak.

"Karena saya gak kasih uang yang dia minta, maka terjadilah aksi itu. Dia mengambil bensin entah dari mana. Lalu disiram (ke dagangan saya) mau dibakar. Sudah sempat dia ambil koreknya, itu juga sudah dikoyak plastiknya (penyulut api)," beber Ibrahim.

Aksi anarkis ini sontak dihalangi oleh Ibrahim. Sehingga sang preman tidak bisa membakar kedai kelontongnya. Namun saat itu juga, Ibrahim mengaku diancam pakai pisau.

"Lalu, mukul-mukul dia. Nah, dia pegang pisau, dia mau nusuk aku. Itulah dia mengamuk, marah, gara-gara saya nggak kasih uang (setoran)," rincinya.

3. Pemilik kedai kelontong mengaku resah selama ini dimintai uang setoran

Ibrahim saat menjual dagangannya kepada pembeli (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Untung saja saat itu ada warga sesama pedagang yang melerai aksi pelaku. Sehingga hal yang tak diinginkan tak terjadi.

"Akhirnya makanya dia diam, saya kasih uang Rp50 ribu untuk setoran bulan ini. Barulah dia tenang. Kalau gak, dia tetap mengancam-ancam terus," jelas Ibrahim.

Terus terang Ibrahim mengaku ancaman yang dilakukan pelaku BB membuatnya syok. Ibrahim juga mengaku bahwa selama ini ia resah dimintai uang setoran terus. Terlebih kedai kelontong miliknya hanyalah usaha kecil-kecilan saja.

"Saya buka kedai 24 jam. Paling lakunya gak banyak. Karena ini hanya kedai kecil saja," pungkasnya dengan tatapan nanar.

Editorial Team