Pemberian sertifikat dalam acara Dongeng Sikomin (IDN Times/Indah Permata Sari)
Cikita dari perwakilan Homeschooling HSPG Kota Medan menjelaskan ada sebanyak puluhan anak ikut serta dalam mendengarkan Dongeng Sikomin yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA. Sebab, dikatakannya, ada pesan atau literasi digital yang dikemas dengan keseruan kepada anak-anak.
Apalagi sekarang ini banyak sekali berita-berita hoaks yang tersebar. Jadi, anak-anak homeschooling juga harus dapat meningkatkan edukasi agar mereka juga lebih berpikir dulu sebelum menyebarkan .
"Harapannya kedepan, kegiatan ini perlu kita adakan sehingga bisa update dalam literasi digitalnya.
HSPG kita sendiri anak-anaknya lumayan beragam program akademik, yaitu pembelajaran yang mungkin inklusif dalam pendampingan psikologi. Seperti hari ini, ini merupakan program dari divisi psikologi. Jadi, anak-anak bukan hanya belajar akademik, atau pelajaran sehari-hari tetapi juga belajar tentang psikologi.
Mereka sangat antusias karena mereka dibawakn secara fun, tidak membosankan jadi ada interaktif ada komunikasi dua arah diajak untuk bermain juga.
Harapannya kita tetap bisa bekerjasama dan mengupas kegiatan-kegaiatn secara lebih menarik lagi dan lebih melibatkan anak-anak lagi.
Ryzhoma yang juga perwakilan Homeschooling HSPG Kota Medan juga menambahkan bahwa kolaborasi dan sinergi ini menjadi kegiatan yang baik dilakukan untuk rutin.
Hal ini mengingat siswa atau akak-anak yang belum dapat mengontrol tontonannya pada dunia digital.
"Jadi harapannya dengan kita berkolaborasi dan dengan pasukan dongen sesuai dengan umurnya mereka juga bisa mengontrol dirinya untuk terus melakukan kegiatan digital dengan baik dan sesuai dengan umurnya," tutupnya.