MEDAN, IDN Times - Sudah dua kali, Anza tidak merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di Tapanuli Tengah, sebuah kabupaten di Sumatera Utara. Perempuan kelahiran 1996 itu terpaksa keluar dari tradisi mudik Lebaran akibat cicilan pinjaman online (pinjol).
Sejak awal 2024 lalu, Anza memilih kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai tempat perantauan dengan alasan meningkatkan kualitas hidup. Ia kemudian menjadi salah satu staf yang mengurusi administrasi di sebuah sekolah di kawasan Batam Center, Kecamatan Batam Kota.
Keputusan itu diambil dengan harapan sederhana: gaji yang lebih layak, kesempatan kerja yang lebih stabil, dan kemampuan untuk membantu orang tua di kampung.
“Waktu itu saya pikir, kalau ke Batam mungkin bisa lebih cepat memperbaiki keadaan,” ujarnya dari Batam kepada IDN Times lewat saluran telepon, Rabu (25/3/2026).
Namun realitas di perantauan tidak selalu sejalan dengan harapan.
