Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Target 400 Ribu Rumah, Program BSPS Mulai Bergerak di Sumut
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026). (Dok: Kementerian PKP)
  • Pemerintah menyiapkan 19.668 unit BSPS di Sumatera Utara tahun 2026, dengan Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung calon penerima di Kabupaten Toba untuk memastikan ketepatan sasaran.
  • Verifikasi awal dilakukan pada 46 rumah di tiga kecamatan di Toba sebagai langkah memastikan data penerima sesuai kondisi lapangan dan menjamin transparansi pelaksanaan program.
  • Program BSPS menjadi prioritas nasional pemerintahan Prabowo Subianto dengan target 400 ribu rumah layak huni, difokuskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan, pesisir, dan perkotaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pemerintah mengalokasikan 19.668 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sumatera Utara pada 2026. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turun langsung meninjau calon penerima di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program perbaikan rumah masyarakat berpenghasilan rendah benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

1. Dari ribuan unit, verifikasi dimulai dari puluhan rumah di Toba

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026). (Dok: Kementerian PKP)

Meski total alokasi BSPS di Sumut mencapai puluhan ribu unit, verifikasi di lapangan dimulai dari skala kecil. Di Kabupaten Toba, sebanyak 46 unit rumah diusulkan sebagai calon penerima bantuan.

Jumlah tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Balige, Porsea, dan Bonatoan Lunasi. Proses peninjauan langsung ini menjadi langkah awal untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

2.       Pemerintah dorong transparansi, warga diminta laporkan pungli

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026). (Dok: Kementerian PKP)

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi mekanisme pemilihan terbuka bagi toko penyedia material.

"Masyarakat juga diimbau untuk aktif mengawasi serta segera melaporkan apabila ditemukan pungutan liar, dengan disertai bukti yang jelas seperti videokan dan foto serta laporkan segera ke Kementerian PKP,"ujar Ara—sapaan akrabnya.

3.  Target besar nasional, fokus pada rumah layak huni

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026). (Dok: Kementerian PKP)

Secara keseluruhan, program BSPS di Sumatera Utara terbagi dalam tiga kategori wilayah, yakni pedesaan, pesisir, dan perkotaan. Pembagian ini menunjukkan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter kebutuhan masing-masing daerah.

Di tingkat nasional, program ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dengan target 400 ribu unit rumah. Fokus utamanya adalah mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Editorial Team