Medan, IDN Times - Suara Benaya sontak lirih. Tangisnya pecah kala mengingat berita hangat soal seorang pelajar Sekolah Dasar berinisial YBR (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nekat mengakhiri hidup karena tidak bisa memenuhi biaya pendidikan.
Pemuda bernama lengkap Benaya Ryamizard Harobu merasa sedih karena kondisi buruknya pendidikan di Indonesia harus memakan korban. Apalagi YBR berasal dari tempat salah satu penulis buku Reset Indonesia itu lahir.
“Bagaimana saya tidak terpukul dengan peristiwa ini. Adik saya harus meregang nyawa akibat ketidakadilan dalam sistem pendidikan. Ini menjadi tamparan keras bagi kita yang mau berpikir jernih,” kata Benaya, dalam Bedah Buku Reset Indonesia di Kota Medan, Kamis (6/2/2026).
