Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Syariah Menunggu Kak Na di Rumah Darurat
Syariah, warga Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Syariah, penyintas banjir bandang Aceh 2025, kini tinggal sendiri di rumah darurat kecil dari papan sisa karena belum mendapat hunian sementara pemerintah.
  • Sebelumnya Syariah sempat hidup di gubuk kayu bekas sampah banjir dan bertemu istri Gubernur Aceh, Kak Na, yang memberinya bantuan saat kondisi sulit.
  • Dalam suasana lebaran, Syariah mengundang Kak Na berkunjung ke rumah daruratnya untuk bersilaturahmi dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh Tamiang, IDN Times - Syariah meletakan gerobak sorong berwarna merah ke sisi bagian depan rumah. Perempuan berusia 58 tahun itu lalu membuka pintu dan mempersilahkanku masuk ke rumahnya.

“Masuk sini nak, duduk,” ucap Syariah mempersilahkan jurnalis IDN Times untuk masuk ke dalam rumah, Jumat (3/4/2026).

Syariah adalah satu dari ratusan ribu penyintas banjir bandang yang melanda Aceh pada Rabu, 26 November 2025. Dia merupakan warga Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.


1. Tinggal sendiri di rumah darurat

Syariah, warga Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Syariah tinggal sendiri di rumah darurat berkontruksi kayu berukuran lebih kurang tiga kali empat meter. Rumah tersebut dibangun warga menggunakan papan sisa dari banjir bandang. 

Tempat itu bukan rumah hunian sementara (huntara) dari pemerintah. Syariah belum mendapatkan giliran untuk dibangunkan huntara.

Perempuan berusia 58 tahun itu memiliki tiga orang anak. Satu telah berkeluarga dan dua lainnya belum. Anak-anaknya, kini tinggal di luar kota maupun provinsi. Sementara suami, perempuan yang akrab disapa Wah Ah ini sudah berpisah sejak 2015.

“Mamak sekarang cuma tinggal sendiri di sini. Anak-anak merantau dan ada yang sudah berkeluarga,” ujar Syariah bercerita.


2. Sempat tinggal di gubuk kayu dari sampah banjir dan bertemu Kak Na, istri Gubernur Aceh

Puing kayu gelondongan pascabanjir di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Kepada IDN Times, Syariah bercerita sempat tinggal di gubuk kayu dari sampah sisa banjir yang dibangun warga. Sedangkan rumahnya, saat itu hancur bahkan tapaknya musnah tertimbun gelondongan kayu yang dibawa air besar.

“Rumah yang lama sudah hancur. Malah sebelum dikorek pakai beco, gak nampak lagi karena tertimbun kayu,” ujarnya.

Meski sempat tinggal di gubuk kayu, ibu tiga anak itu memiliki momen yang berat baginya untuk dilupakan, yakni bertemu istri Gubernur Aceh, Marlina atau akrab disapa Kak Na, pada 18 Desember 2025.

Kala itu, Kak Na yang hendak meninggalkan Kampung Sekumur menyempatkan diri mendatangi pondok berukuran dua kali dua meter milik Syariah. Mereka singgah karena mendengar suara mengaji dari perempuan yang akrab dipanggil Wak Ah tersebut.

Syariah dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh tersebut beserta rombongan, berjumpa di tempat yang dibuat dari kayu sisa tumpukan sampah bandang empat bulan silam.

“Waktu itu, istri bu gubernur datang, saya sedang mengaji. Lalu ngobrol dan dikasih uang untuk saya,” ucap Syariah.


3. Mengundang Kak Na untuk bertamu ke rumah daruratnya yang baru

Puing kayu gelondongan pascabanjir di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Syariah menyampaikan pesan untuk disampaikan kepada Kak Na saat IDN Times berkunjung ke rumahnya. Pesan itu berupa undangan agar istri orang nomor satu di Aceh kembali berkunjung ke Kampung Sekumur, termasuk ke tempat tinggal darurat miliknya.

Syariah masih masih memiliki sirup, kue bawang, peyek, dan beberapa cemilan khas lebaran lainnya untuk disajikan kepada tamu yang akan mendatangi rumahnya. Semua itu ia buat sendiri.

Syariah tak berharap pemberian bantuan lagi dari Kak Na. Ia hanya ingin mengucapkan terima kasih karena pernah diberikan uang saat dirinya sedang terpuruk.

“Syariah ini tidak tahu mau bilang apa-apa. Mau ucapkan terima kasih sama Kak Na. Jadi Allah yang membalas untuk jasa Kak Na sebanyak-banyaknya,” ujar Syariah.

Selain karena masih dalam suasana lebaran atau Bulan Syawal, Syariah memberanikan diri mengundang Kak Na dan rombongan untuk kembali datang menyambangi Kampung Sekumur. Khususnya, bertamu ke rumah darurat Syariah.

“Sejauh mata memandang, kalau adalah kesempatan untuk Kak Na, kunjungi lah kami lagi. Biar pun rumah Syariah ini keadaan darurat, kunjungi lah Kak Na,” harapnya.

“Rumah darurat Syariah sudah ada untuk menunggu kedatangan Kak Na. Tolong lah Kak Na tengok lagi. Rasanya menunggu kali kedatangan Kak Na,” ucap Syariah.


Editorial Team