Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumut Surplus Cabai, Pasokan ke Luar Daerah Picu Kenaikan Harga
ilustrasi cabai (vecteezy.com/Adisak Phuangsri)
  • Produksi cabai Sumut tercatat surplus, tetapi sebagian hasil panen dijual ke Riau dan Aceh sehingga pasokan pasar lokal ikut terganggu.

  • Pemprov Sumut menyerap cabai petani dan menyalurkannya ke Pasar Induk Lau Cih serta MMTC untuk menjaga stok lokal.

  • Subsidi angkut, Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan pengaturan masa tanam disiapkan untuk membantu mengendalikan harga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (6/10/2026)

Evan Botung Daulay menyampaikan anomali harga cabai dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut. Ia menjelaskan produksi Sumut surplus, tetapi sebagian hasil panen keluar daerah.

hingga Desember

Gerakan Pangan Murah akan dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota minimal dua sampai empat kali.

kini

Pemprov Sumut mendorong agar kebutuhan masyarakat di Sumut dipenuhi terlebih dahulu sebelum sisa produksi dijual ke luar provinsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga cabai di Sumatra Utara mengalami kenaikan meski produksi daerah tercatat surplus.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, petani cabai, PT Aneka Industri dan Jasa, Bank Indonesia, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota terlibat dalam pengendalian pasokan dan harga.
  • Where?
    Pasokan cabai berasal dari sentra produksi di Sumatra Utara dan disalurkan ke pasar lokal, termasuk Pasar Induk Lau Cih dan MMTC. Sebagian pasokan mengalir ke Riau dan Aceh.
  • When?
    Persoalan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (6/10/2026). Gerakan Pangan Murah disiapkan hingga Desember.
  • Why?
    Banyak hasil panen cabai dijual ke luar Sumatra Utara sehingga ketersediaannya di pasar lokal ikut terganggu dan harga meningkat.
  • How?
    Pemprov Sumut menyerap hasil panen petani, menyalurkannya ke pasar utama, mengatur masa tanam, menyiapkan subsidi angkut, serta mengadakan Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harga cabai di Sumatra Utara naik walau cabainya banyak. Sebagian cabai dijual ke Riau dan Aceh, jadi pasar di Sumut kekurangan pasokan. Pemerintah membeli cabai dari petani dan membawanya ke pasar Lau Cih serta MMTC. Pemerintah juga menyiapkan pasar murah dan subsidi angkut sampai Desember agar stok tetap ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langkah Pemprov Sumut menunjukkan adanya upaya menjaga pasokan cabai tetap tersedia di pasar lokal. Penyerapan hasil panen petani, pengaturan masa tanam, subsidi angkut, dan Gerakan Pangan Murah menjadi rangkaian kebijakan yang diarahkan untuk memperlancar distribusi serta membantu menjaga kestabilan harga hingga akhir tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menemukan anomali harga cabai meski produksi daerah tercatat surplus. Pemprov Sumut menilai banyaknya hasil panen yang dijual ke luar Sumut, termasuk Riau dan Aceh, ikut mengganggu pasokan di pasar lokal dan mendorong kenaikan harga.

1. Sumut surplus cabai, tetapi hasil panen banyak dijual ke luar daerah

ilustrasi petani cabai (pexels.com/Bharath N)

Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Evan Botung Daulay mengatakan kondisi produksi cabai di Sumut sebenarnya mencukupi. Namun, cabai dari sejumlah sentra produksi justru banyak dipasarkan ke daerah lain sehingga ketersediaannya di pasar lokal ikut terpengaruh.

“Secara data produksi, Sumut ini sebenarnya surplus. Namun, ada anomali di mana cabai hasil panen dari daerah sentra produksi justru banyak keluar daerah, seperti di kabupaten Batubara baru panen raya cabai, namun inflasinya justru tinggi. Ini jadi anomali, makanya kami cari akar permasalahannya,” kata Evan dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/10/2026).

Menurut Evan, sebagian pasokan cabai Sumut mengalir ke wilayah seperti Riau dan Aceh. Pemprov kini mendorong agar kebutuhan masyarakat di Sumut dipenuhi terlebih dahulu sebelum sisa produksi dipasarkan keluar provinsi.

“Prinsipnya, pasokan dan kebutuhan cabai di dalam Sumatera Utara harus terpenuhi terlebih dahulu, baru sisanya diperbolehkan untuk dijual ke luar daerah,” ujarnya.

2. Pemprov membeli cabai petani dan memasoknya ke Lau Cih serta MMTC

Ilustrasi petani cabai (pertanian.go.id)

Pemprov Sumut mulai melakukan intervensi dengan menyerap hasil panen petani lokal. Pembelian dilakukan melalui BUMD PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ) bersama mitra untuk menjaga ketersediaan cabai di pasar.

“Cabai yang dibeli ini langsung kami distribusikan ke pasar-pasar induk utama, seperti Pasar Induk Lau Cih, pasar MMTC untuk mengamankan ketersediaan stok pasar lokal,” kata Evan.

Selain menyerap hasil panen, Biro Perekonomian bersama Dinas Pertanian dan Bank Indonesia mengatur jadwal masa tanam bersama gabungan kelompok tani. Pengaturan dilakukan agar waktu panen tidak terkonsentrasi pada periode tertentu.

“Pengaturan masa tanam ini sangat penting agar jadwal panen terdistribusi secara merata sepanjang tahun, sehingga tidak ada lagi periode kekosongan pasokan yang memicu lonjakan harga di pasaran,” tambahnya.

3. Subsidi angkut dan pasar murah disiapkan hingga Desember

Ilustrasi petani cabai (pertanian.go.id)

Pemprov Sumut juga menyiapkan subsidi ongkos angkut untuk menekan biaya distribusi cabai dari wilayah sentra produksi menuju pasar konsumen. Kebijakan ini dibarengi dengan Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar di kabupaten/kota.

Evan mengatakan kegiatan pangan murah akan terus dilakukan hingga akhir tahun. “Kami sudah banyak melakukan koordinasi dan turun ke lapangan, hingga Desember nanti seluruh kabupaten/kota serentak minimal dua sampai empat kali melakukan Gerakan Pangan Murah,” katanya.

Langkah pengendalian harga dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota. Fokusnya menjaga distribusi cabai tetap lancar dan stok di pasar tersedia.

“Pemprov Sumut akan terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga agar inflasi tidak tinggi,” ujar Evan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article