Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi industri pangan
ilustrasi industri pangan (unsplash.com/Arno Senoner)

Intinya sih...

  • Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, mendorong integrasi Kawasan Industri Medan (KIM) untuk efisiensi logistik dan daya saing di pasar internasional.

  • Pembagian peran antara Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung dinilai krusial untuk saling melengkapi, bukan bersaing.

  • PT Danareksa (Persero) siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan industri di Sumut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan sektor industri melalui integrasi Kawasan Industri Medan (KIM), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kualatanjung, hingga Pelabuhan Belawan. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menilai integrasi tersebut menjadi kunci efisiensi logistik dan daya saing Sumut di pasar internasional, khususnya sebagai gerbang barat Indonesia.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi Direksi PT Danareksa (Persero) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan industri, sistem logistik, serta pengelolaan sumber daya pendukung kawasan industri di Sumut.

1. Bobby ingin Sumut jadi satu kesatuan industri yang efisien

Seorang pekerja memasukkan alumina ke tungku untuk diproduksi menjadi aluminium di Smelter PT Inalum Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (2/9/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Gubernur Bobby menekankan pentingnya sistem terintegrasi antar-kawasan industri dan pelabuhan agar alur distribusi produk lebih efisien. Menurutnya, kemudahan logistik akan meringankan beban pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk Sumut di pasar global.

“Saya ingin Sumut menjadi satu kesatuan yang kuat dengan jalur transportasi yang efisien. Kita ingin mengusulkan sistem di mana produk dari kawasan ekonomi kita mendapatkan kemudahan otomatis hingga ke luar negeri. Jangan sampai begitu keluar area, kena pajak baru lagi, yang justru memberatkan pelaku usaha,” ujar Bobby Nasution.

Ia menilai selama ini masih terdapat hambatan struktural dalam sistem distribusi yang menyebabkan biaya logistik menjadi tinggi dan kurang kompetitif.

2. Pembagian peran Belawan dan Kualatanjung dinilai krusial

Seorang pekerja mengendarai forklift mengangkut ingot yang diproduksi PT Inalum di Smelter Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (2/9/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Selain integrasi, Bobby juga menyoroti pentingnya pembagian fungsi yang jelas antara Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung. Menurutnya, kedua pelabuhan tersebut harus saling melengkapi, bukan saling bersaing.

“Kita harus adil membagi peran. Kalau Kualatanjung ingin hidup, fungsinya harus dipisahkan dengan Belawan. Selain itu, Sumut punya keunggulan letak geografis yang dekat dengan pasar internasional. Potensi ini harus kita maksimalkan agar kita tidak kalah bersaing dengan kawasan industri di luar Sumut,” tambahnya.

Dengan keunggulan geografis tersebut, Bobby optimistis Sumut bisa menjadi pusat industri terpadu yang berperan besar dalam rantai pasok nasional dan internasional.

3. Danareksa siap dukung Sumut jadi pusat industri barat Indonesia

ilustrasi industri (pexels.com/ELEVATE)

Bobby juga berharap PT Danareksa (Persero) dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk dalam mendukung petani dan pelaku usaha lokal agar berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan kawasan industri di Sumut. Saat ini, Danareksa tengah mengajukan pengelolaan sejumlah kawasan industri agar lebih optimal di bawah manajemen mereka.

“Kedatangan kami untuk memastikan aksi korporasi berjalan baik, termasuk operasional dan penertiban pengelolaan air bawah tanah di Kawasan Industri Medan. Kami sudah melakukan investasi di sini dan juga tengah melirik pengembangan di Tanjung Kasau, untuk memperluas jangkauan kawasan industri di Sumut,” jelas Yadi.

Editorial Team