Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi data annotator
ilustrasi data annotator (pexels.com/MART PRODUCTION)

Intinya sih...

  • Data tunggal menjadi senjata kesejahteraan masyarakat Sumut

  • Sensus ekonomi 2026 akan memotret UMKM digital

  • Pembaruan data 15 juta penduduk By Name By Address untuk kebijakan presisi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menekankan pentingnya sinkronisasi data dalam memacu kesejahteraan masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Utara untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akan diperbarui secara masif pada tahun 2026 ini.

Langkah ini diambil Bobby guna memastikan setiap program kerja Pemerintah Provinsi Sumut memiliki fondasi yang kuat. Dengan data tunggal yang akurat, potensi bantuan sosial maupun intervensi ekonomi yang selama ini kerap dianggap salah sasaran diharapkan dapat diminimalisir melalui pemetaan kondisi riil masyarakat di lapangan.

“Jangan salah ambil kebijakan, jangan salah ambil starting karena datanya tidak tepat. Oleh karena itu kita sampai di sini, kita datang ke sini memastikan data yang kita gunakan ini sudah tepat atau belum,” ujar Bobby Nasution usai berdiskusi di Kantor BPS Kota Medan, Senin (9/2/2026).

1. Data tunggal diklaim jadi senjata sejahterakan masyarakat

ilustrasi data laporan penjualan (freepik.com/rawpixel.com)

Bobby meminta keterlibatan aktif seluruh kepala daerah dalam penginputan DTSEN 2026 karena data ini akan menjadi "Big Data" Sumatera Utara. Keberadaan DTSEN dinilai sangat krusial sebagai instrumen pengambilan kebijakan strategis. Jika data yang dimiliki mewakili kondisi objektif di lapangan, maka pemerintah dapat merancang program kesejahteraan yang lebih efektif.

“Kita minta semua kepada daerah untuk mendukung DTSEN untuk penginputan data di tahun 2026. Nah ini akan menjadi data besar kita juga, bagaimana kita mengambil kebijakan dan bagaimana kita sejahterakan masyarakat kita di Sumatera Utara,” tambah Bobby.

2. Sensus ekonomi 2026 bakal potret UMKM digital

ilustrasi data entry (pexels.com/Pixabay)

Di tempat yang sama, Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, memaparkan bahwa pihaknya akan segera melaksanakan Sensus Ekonomi. Sensus ini dirancang khusus untuk menangkap dinamika transformasi ekonomi digital di Sumut, termasuk memetakan para pelaku UMKM yang mulai beralih ke platform online. Data ini nantinya akan menjadi benchmark atau tolok ukur peta ekonomi nasional. Dengan demikian, pemerintah memiliki data valid mengenai sektor mana yang perlu didorong lebih kuat di era ekonomi digital.

“Harapannya sensus ini bisa jadi benchmarking peta ekonomi tentang bagaimana transformasi ekonomi digital bisa di-capture di sensus ekonomi, kami meng-capture pelaku UMKM, juga ekonomi digital,” jelas Asim.

3. Pembaruan data 15 juta penduduk By Name By Address

ilustrasi data annotator (pexels.com/Kampus Production)

Sensus ekonomi kali ini akan berjalan beriringan dengan pembaruan DTSEN. Hal yang paling signifikan adalah BPS akan mengantongi data detail by name by address dari sekitar 15 juta penduduk Sumatera Utara. Keakuratan data hingga ke alamat rumah penduduk ini menjadi kunci agar kebijakan pemerintah benar-benar presisi merespons kebutuhan setiap individu.

“Sensus ini akan dibarengi dengan pembaruan DTSEN, jadi kita akan dapat data by name by address data 15 juta penduduk Sumut,” tutur Asim. Selain membahas teknis data, Gubernur Bobby juga meresmikan ruang command center BPS sebagai pusat kendali informasi data di Sumatera Utara yang turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Pemprov Sumut.

Editorial Team