Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260219_180938.jpg
Pembagian bubur sup di Masjid Raya Al Mashun (IDN Times/Indah Permata Sari)

Medan, IDN Times - Sultan Deli, Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah membagikan bubur sup 1.500 porsi untuk masyarakat di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan, pada Kamis (19/2/2026).

Dari pantauan IDN Times di lokasi, Sultan Deli Lamantjiji membagikan bubur sup dalam tahap ke-2 sebelum berbuka puasa tepatnya pukul 18:00 WIB.

"Ini lagi membagikan bubur, ada lebih 1.000 porsi yang kita bagikan," katanya pada IDN Times.

Dia mengatakan setiap tahunnya bubur sup ini menjadi tradisi di Masjid Raya kepada masyarakat sekitaran.

Setiap tahun pasti kita membagikan ini kepada masyarakat yang memang mau memakan bubur itu semuanya tidak dipungut biaya, gratis pokoknya," jelasnya.

Pembagian bubur sup ini dilakukan sampai akhir bulan puasa.

"Sampai ramadan berakhir," tambahnya.

Lanjutnya, tidak ada perbedaan tahun ini dengan tahun sebelumnya.

Menurutnya, cuaca tahun ini berbeda atau tidak panas dengan tahun sebelumnya.

Dia mengajak para warga untuk dapat menikmati bubur sup saat bulan puasa ini.

"Silahkan datang kesini yang mau memakan bubur, jaga kebhinekaan di Kota Medan Sumatera Utara pada saat bulan puasa ini. Jangan berbuat yang tidak senonoh di bulan ramadan," pesannya.

1. Menu khas berbuka puasa sejak jaman Kesultanan Deli masih berjaya

Suasana pembagian bubur pedas di Masjid Raya Al Mahsun Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Bubur pedas merupakan menu khas berbuka puasa setiap tahun di Masjid Raya Al Mashun Medan sejak jaman Kesultanan Deli masih berjaya di bawah kepemimpinan Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam sultan kesembilan dari Kesultanan Deli.

Hamdan sebagai pengurus Masjid Raya Al Mashun Medan menjelaskan, hadirnya dahulu bubur pedas sekitar 50 tahunan yang lalu dan kini menjadi bubur sup.

Makanan khas Melayu ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar, sebagai salah satu menu takjil berbuka puasa.

Hamdan juga menjelaskan bubur pedas telah beralih menjadi bubur sup karena dalam pembuatannya, dapat dikategorikan cukup rumit. Sebab, ada kesulitan yang ditemukan seperti meramu puluhan jenis rempah ditambah umbi-umbian yang mengandung banyak khasiat.

Kemudian, ada campuran daging cincang dan sayur-sayuran seperti kentang, wortel, ubi, kacang, termasuk juga beras, lalu diaduk menjadi satu.

2. Hasil dari sumbangan masyarakat

Warga mengambil bubur pedas untuk berbuka puasa di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/3/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU

Bubur sup memang telah menjadi menu andalan dan favorit di Masjid Raya Al Mashun Medan. Hal ini dikarenakan kualitas cita rasa yang tetap terjaga dan keunikannya.

Namun, bubur sup ini tidak sembarangan, sebab dibuat khusus di masjid peninggalan Sultan Deli itu. Setiap bulan Ramadan, di pelataran menyediakan bubur sup bagi jemaah.

"Tradisi kesultanan sejak diresmikan sudah puluhan tahun. Di zaman dulu memang sedekah sultan, bedanya tidak lagi sedekah pribadi sultan tapi terbuka untuk masyarakat yang mau berbagi," ucap Hamdan sebagai salah satu pengurus Masjid Raya Al Mashun pada IDN Times.

3. Setiap hari menghabiskan 30 Kg beras dan 10 kg daging sapi

Suasana pembagian bubur pedas di Masjid Raya Al Mahsun Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Lanjutnya, ada sebanyak 1.500 porsi bubur sup yang disiapkan pihak Masjid Raya Al Mashun dan akan dibagi menjadi dua kategori.

Untuk kategori pertama adalah bubur yang dibagikan untuk dibawa pulang oleh jemaah dan kategori kedua disiapkan bagi jemaah yang makan langsung di area yang telah disiapkan di Masjid Raya Al Mashun.

Diketahui, resep bubur sup ini tak berubah cita rasa yang disajikan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan yang memasak termasuk orang khusus yang diwariskan secara turun-menurun.

Bubur sup yang dimasak ini menghabiskan 10 kg daging sapi tanpa tulang, beras 30 kg, dan sayur mayur seperti kentang bisa mencapai 15 kg.

Selain bubur sup yang disajikan ada tambahan lainnya. Meskipun demikian dirinya mengatakan bahwa sebenarnya bubur sup yang disajikan sudah enak dan siap disantap.

Editorial Team