Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260129-WA0050.jpg
markas ormas yang disulap jadi barak judi (dok.IDN Times)

Medan, IDN Times - Markas salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, digerebek polisi. Hal ini menyusul kabar bahwa di sekretariat tersebut telah berubah fungsi menjadi barak judi. Tak tanggung-tanggung, bahkan sebanyak 24 mesin judi ditemukan dalam kondisi sedang dilakukan perbaikan.

Polrestabes Medan setidaknya menangkap 4 orang selaku pekerja dan pemain judi. Namun, 2 pengelola barak judi yang merupakan pasangan suami istri sekaligus pimpinan PAC di tempat ini masih berstatus buronan.

1. 4 orang tersangka ditangkap, mereka merupakan pekerja dan pemain judi

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Penggerebekan markas ormas ini dibenarkan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak. Kamis (29/1/2026) sore pihaknya melakukan pra rekonstruksi untuk melihat bagaimana tempat perjudian itu bekerja.

"Praktik perjudian ini berada di 2 ruko yang diduga merupakan Sekretariat PAC salah satu ormas Medan Sunggal. Terkait dengan informasi tersebut, faktanya betul. Di dua ruko ini ada setidaknya 6 mesin perjudian ding-dong yang dalam tahap perbaikan fungsinya," kata Calvijn.

Bukan hanya itu, di sini juga merupakan tempat perbaikan mesin perjudian yang rusak untuk digunakan seperti sediakala. Sedikitnya ada 4 orang yang ditangkap Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal.

"Setidaknya ada 4 tersangka yang berhasil kita tangkap. Yang pertama adalah tersangka bandar atau kasir. Yang kedua adalah tersangka yang bertugas untuk menjaga pintu depan, mengawasi siapa-siapa saja pemain yang akan dibolehkan masuk ke dalam. Dengan kode, kalau pemain itu menyebutkan namanya, berarti itu langsung dipersilakan masuk. Kemudian tersangka tiga dan empat itu merupakan pemain judinya. Dan hasil keterangan yang ditanyakan, bahwa mereka ini sudah beberapa kali main ke sini," lanjut Calvijn.

2. Yang merekrut para pekerja merupakan Ketua PAC Ormas

Kombes Calvijn Simanjuntak (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Pra rekonstruksi dihelat berguna untuk memastikan dan mencocokkan hasil keterangan para tersangka yang sudah dituangkan di dalam Berita Acara Pemeriksaan. Calvijn mengatakan ada 20 adegan yang diperagakan.

"Yang pertama, kita menemukan hal yang menarik, bahwa ketiganya, dua pemain dan satu bandar itu ikut bermain bersama, dan ada penyerahan chip dan uang di sana," beber Calvijn.

Fakta menarik lainnya ialah, para pekerja ternyata direkrut oleh seorang tersangka utama berstatus buronan berinisial PS. Kedua pekerja ini direkrut dan diajarkan bagaimana tugas bandar, kasur, dan penjaga barak judi.

"Bagaimana dia mengoperasikan mesin-mesin perjudian ini, bagaimana kalau posisi menang, uangnya ke mana, dan posisi kalah bagaimana. DPO PS juga merekrut penjaga pintu. Penjaga pintu disampaikan tahapan-tahapan tanggung jawabnya," rinci Calvijn.

3. Ketua PAC ormas mengelola barak judi bareng istrinya, keduanya ditetapkan sebagai buronan

markas ormas yang disulap jadi barak judi (dok.IDN Times)

Kapolrestabes Medan itu menerangkan bahwa buronan berinisial PS mengelola barak judi bersama sang istri berinisial EA. Istrinya juga ditugaskan peran penting sebagai pengelola dan mengambil keuntungan.

"Pengelola dimaksud adalah, semua hasil keuntungan dari satu hari praktik perjudian ini. Penghasilannya diambil oleh buronan EA dengan 2 cara. Cara pertama, kalau misalkan pembayarannya berbentuk cash, EA akan datang ke sini menemui bandar judi untuk melihat catatan dan mengambil uang cash. Kemudian cara kedua adalah, apabila para pemain ini tidak memiliki uang cash, dia akan mentransfer langsung ke rekening yang terang benderang kita sudah temukan adalah milik EA," rinci Calvijn.

Ia membenarkan bahwa suami EA yang berinisial PS merupakan ketua PAC ormas tersebut. Sudah lebih dari 3 bulan mereka mengendalikan barak judi di sini.

"Omset per hari saja itu bisa ratusan ribu bahkan sampai jutaan. Kami masih melihat itu baru 1 mesin saja. Kami akan melihat ada 6 mesin di sini, dan ada sekitar 24 mesin lainnya yang kondisinya memang rusak, tetapi ini dalam proses perbaikan. Terhadap pasangan suami istri yang menjadi DPO, kami akan melakukan pengejaran," pungkasnya.

Editorial Team