Medan, IDN Times - Pulau Jawa kini memiliki penilaian skala pulau pertama tentang kerang air tawar dengan pendekatan taksonomi dan genetika modern. Hasil riset terbaru ini bukan hanya menemukan spesies baru, tetapi juga menjadi peringatan serius tentang kondisi sungai-sungai di Jawa.
Studi yang dipublikasikan di Zoological Journal of the Linnean Society berjudul “The freshwater mussels (Bivalvia: Unionida) of Java: first island-wide assessment reveals new species, endemism, and urgent conservation needs” mengungkap adanya kekayaan hayati yang sebelumnya tersembunyi, sekaligus penurunan populasi yang mengkhawatirkan.
Penelitian dilakukan tim Indonesia-internasional melalui survei lapangan pada 2022–2023 di 66 lokasi pada 18 daerah aliran sungai (DAS). Kerang air tawar ditemukan di 42 lokasi pada 16 DAS, menghasilkan 76 catatan populasi. Identifikasi spesies diperkuat dengan analisis DNA gen COI. Spesimen disimpan sebagai koleksi ilmiah di Museum Zoologicum Bogoriense.
