Situasi di loket bus ALS Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Seiring dengan perkembangan bisnisnya, PO ALS berambisi untuk membuka trayek antar pulau yaitu Pulau Jawa. Namun saat itu, kendala dalam mengembangkan rute ke Jawa adalah keterbatasan kapal penyebrangan yang belum dapat mengangkut kendaraan besar.
Kendati demikian, sekitar tahun 1980-an, ketika kapal penyebrangan dianggap cukup mampu mengangkut kendaraan besar menjadi peluang besar bagi PO ALS untuk mewujudkan ekspansi pasar hingga ke Pulau Jawa.
Tidak tanggung-tanggung, PO ini langsung membuka rute dari ujung Sumatera hingga ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya hingga ke Jember. Hal inilah yang membuat PO ALS dinobatkan sebagai PO dengan rute terpanjang di Indonesia.
Bahkan, jarak yang ditempuh oleh sejumlah armada bus PO ALS dari Sumatera hingga ke ujung Pulau Jawa bisa mencapai sekitar 2.920 km dengan waktu tempuh yang dapat mencapai tujuh hari atau seminggu perjalanan.
Menariknya lagi, PO ALS juga sempat membuka trayek terjauh hingga ke pulau Bali, namun pada tahun 2003, trayek tersebut harus ditutup mengingat waktu dan jarak tempuh yang sangat jauh ditambah dengan kondisi mesin bus-nya yang kurang memadai.
Seiring dengan perkembangannya, pada masa jaya angkutan bus jarak jauh seperti PO ALS, ribuan kilometer jalan raya lintas Sumatera baik lintas timur maupun lintas tengah diramaikan oleh ribuan bus yang dikelola oleh ratusan operator bus.
PO ALS sendiri dengan jumlah armadanya yang kini mencapai lebih dari 400 unit bus merupakan raja jalanan di jalur lintas Sumatera bersama PMTOH dari Aceh, ANS dan NPM dari Sumatera Barat, serta Gumarang Jaya dari Lampung.