Aceh Tamiang, IDN Times - Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe menyebutkan lebih kurang 500 ton bantuan logistik untuk korban banjir bandang dan tanah longsor tidak bisa masuk ke Indonesia. Bantuan dari Malaysia tersebut masih di Negeri Jiran.
Pernyataan itu diungkapkan atau yang lebih dikenal sebagai Ketua KPA Luwa Nanggroe, T Emi Syamsyumi alias Abu Salam beserta sejumlah tokoh asal Tanah Rencong di Malaysia.
"500 ton bantuan logistik dari saudara-saudara mereka di Malaysia masih terkunci, tertahan, terjebak di 20 titik pengumpulan di Negeri Jiran," kata Abu Salam, Selasa (20/1/2026).
Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri itu mengatakan, masyarakat masih menunggu bantuan yang layak hingga hari ke-55 pascabencana.
Sementara, menurut dia, pemerintah pusat masih berdebat soal istilah penanganan bencana berupa prioritas nasional atau bencana nasional.
