Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusak dan Telan Korban Jiwa, Masyarakat di Langkat Blokade Jalan
Warga menggelar aksi unjuk rasa memblokade jalan dan berdoa agar infrastruktur jalan rusak di langkat segera diperbaiki (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
  • Ratusan warga Desa Kwala Air Hitam, Langkat, memblokade jalan rusak sepanjang dua kilometer yang tak diperbaiki hampir 20 tahun, menuntut perhatian pemerintah daerah.
  • Masyarakat meminta Bupati Syah Afandin turun langsung menemui mereka dan mencari solusi atas kerusakan jalan yang menjadi akses utama antar desa dan kecamatan.
  • Kerusakan diperparah oleh ratusan kendaraan berat over tonase setiap hari, menyebabkan korban jiwa dan gangguan aktivitas warga; pemerintah berjanji memperbaiki jalan pada akhir 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkat, IDN Times - Kepemimpinan Syah Afandin, membawa masyarakat menuju langkat maju, sehat, sejahtera, religius dan berkelanjutan sesuai visi misi tengah diuji. Sebab, infrastruktur jalan di beberapa kecamatan mengalami kerusakan. 

Tidak hanya setahun, namun ada jalan yang sudah puluhan tahun di negeri bertuah rusak parah. Kondisi ini memantik kemarahan masyarakat dan menyuarakan keluhan dengan turun ke jalan. Seperti yang dilakukan ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masjid/Musala. 

Warga di Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, turun ke jalan menggelar aksi demo terkait jalan rusak sepanjang 2 kilometer yang sudah puluhan tahun rusak, Selasa (19/5/2026). 

1. Hampir 20 tahun jalan tidak tersentuh perbaikan oleh pemerintah  

Warga menggelar aksi unjuk rasa memblokade jalan dan berdoa agar infrastruktur jalan rusak di langkat segera diperbaiki (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Mereka memblokade jalan, berorasi danmenggelar doa bersama di pinggir jalan agar segera diperbaiki. Jalan rusak yang cukup parah merupakan jalan menghubungan beberapa desa di Kecamatan Selesai dengan Kecamatan Binjai. 

"Kami masyarakat Desa Kwala Air Hitam, menyalurkan aspirasi, keadilan harus hadir di desa kami, setelah RDP dengan DPRD Langka. Jalan yang sudah rusak hampir 20 tahun ini tidak kunjung diperbaiki," kata Didik Gunawan, selaku koordinator aksi. 

Aksi masyarakat yang memblokade jalan ini mengakibatkan kemacetan disepanjang jalan. Terlihat kendaraan truk pengakut material tidak diijinkan melintas dan haris menepu dipinggir jalan. 

"Sekitar 200 massa turun meminta keadilan agar infrastruktur jalan di desa kita diperbaiki. Ini adalah desa penghubung antar desa dan antar kecamatan. Satu-satunya akses yang bisa dilalui ke Kecamatan Binjai," terang dia.

2. Tuntut bupati turun cari solusi temui warga yang menggelar aksi 

Warga menggelar aksi unjuk rasa memblokade jalan dan berdoa agar infrastruktur jalan rusak di langkat segera diperbaiki (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Masyarakat Desa Kwala Air Hitam, jelas Didik, menuntut agar jalan agar segera diperbaiki. Dengan aksi yang dilakukan, dirinya dan beberapa warga disana juga berharap kehadiran Bupati Langkat Syah Afandin, menemui mereka untuk melakukan dialog dan mencari jalan terbaik.  

"Tidak pernah ada perbaikan maupun sentuhan dari pemerintah. Kemana selama ini pemerintah setempat. Apakah kami masih dianggap sebagai warga Bapak Bupati Syah Afandin,” tanya dia. 

“Atau kami sama sekali tidak dianggap, ketika kampanye bapak selalu turun dari desa ke desa. Kenapa setelah duduk enggan menemui kami?,” timpal Didik, diamini beberapa warga yang ikut serta dalam aksi. 

Dirinya dan beberapa warga disana mengklaim, ada beberapa penyebab konstruksi jalan cepat rusak. Salah satu faktor utama yakni lalu lintas yang cukup pada dari perusahaan yang melintas dengan muatan over tonase. “Sehari bisa sampai 300 an lebih kendaraan angkut berat melintasi jalan ini,” terang dia.

3. Kerusakan jalan diperparah akibat ratusan kendaraan berat over tonase melintas   

Warga menggelar aksi unjuk rasa memblokade jalan dan berdoa agar infrastruktur jalan rusak di langkat segera diperbaiki (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Kondisi ini sudah disampaikan atau disikapi dalam rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh pemerintah desa dan kecamatan melalui musrenbang. Perusahaan disini memiliki andil besar dan perusahaan harus ikut andil dalam perawatan jalan. 

"Namun itu semua belum menjawab apa yang diinginkan masyarakat. Sebab, tidak ada sama sekali perbaikan berarti. Kami tidak ingin jalan hanya ditambal, tapi harus diperbaiki dan kami akan melakukan aksi sampai bapak bupati datang menemui kami. Karena izin kami untuk melakukan aksi selama 2 hari,” tuntut Didik. 

Bahkan akibat jalan rusak itu, Didik menjelaskan, sudah ada tiga orang nyawa masyarakat melayang. "Sudah lebih dari tiga nyawa harus sia-sia. Kemudian ada ribuan anak sekolah yang setiap hari keluar masuk, dan itu mengganggu kejiwaan mereka," ucap Didik. 

"Termasuk saat hujan, jalan begitu becek dan berlubang, begitu panas terik debu mengganggu kesehatan. Jendela masjid rusak akibat batu yang saat kendaaar melintas. Kalau tidak percaya, sini lhat sendiri masjid itu,” tegas warga. 

Plt Kepala Dinas PUTR Langkat Wahyudiharto menjelaskan, perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam akan dikerjakan tahun ini. "Akan dikerjakan pada tahun ini," janji Wahyu. 

Menurut Wahyu, pemerintah kabupaten akan mengusulkan dari dana Transfer ke Daerah (TKD), untuk perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam. "Mudah-mudahan September atau Oktober 2026 dikerjakan," ucap Wahyu. 

Disinggung soal dana TKD yang diperuntukkan untuk bencana alam, Wahyu menjelaskan nantinya akan dievaluasi oleh provinsi.

Editorial Team