Warga menggelar aksi unjuk rasa memblokade jalan dan berdoa agar infrastruktur jalan rusak di langkat segera diperbaiki (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Kondisi ini sudah disampaikan atau disikapi dalam rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh pemerintah desa dan kecamatan melalui musrenbang. Perusahaan disini memiliki andil besar dan perusahaan harus ikut andil dalam perawatan jalan.
"Namun itu semua belum menjawab apa yang diinginkan masyarakat. Sebab, tidak ada sama sekali perbaikan berarti. Kami tidak ingin jalan hanya ditambal, tapi harus diperbaiki dan kami akan melakukan aksi sampai bapak bupati datang menemui kami. Karena izin kami untuk melakukan aksi selama 2 hari,” tuntut Didik.
Bahkan akibat jalan rusak itu, Didik menjelaskan, sudah ada tiga orang nyawa masyarakat melayang. "Sudah lebih dari tiga nyawa harus sia-sia. Kemudian ada ribuan anak sekolah yang setiap hari keluar masuk, dan itu mengganggu kejiwaan mereka," ucap Didik.
"Termasuk saat hujan, jalan begitu becek dan berlubang, begitu panas terik debu mengganggu kesehatan. Jendela masjid rusak akibat batu yang saat kendaaar melintas. Kalau tidak percaya, sini lhat sendiri masjid itu,” tegas warga.
Plt Kepala Dinas PUTR Langkat Wahyudiharto menjelaskan, perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam akan dikerjakan tahun ini. "Akan dikerjakan pada tahun ini," janji Wahyu.
Menurut Wahyu, pemerintah kabupaten akan mengusulkan dari dana Transfer ke Daerah (TKD), untuk perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam. "Mudah-mudahan September atau Oktober 2026 dikerjakan," ucap Wahyu.
Disinggung soal dana TKD yang diperuntukkan untuk bencana alam, Wahyu menjelaskan nantinya akan dievaluasi oleh provinsi.