Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Rekan suaminya yang masih berada di Kamboja, menurut Kiki, sudah lari ke KBRI dikarenakan visa mereka sudah berakhir dan kini masih berharap perlindungan pemerintah Indonesia. "Info terakhir kawan-kawan suami saya yang visanya juga sudah berakhir, lari ke KBRI. Sedangkan hari ini, sudah hari ketiga jasad suami saya ditinggal di kos-kosan di Poipet, Kamboja," ucap Kiki.
Ia selaku istri dan keluarga besar sudah berulang kali berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Sayang, komunikasi belum membuahkan hasil maksimal atau memberi keputusan yang pasti. Sebab, hingga kini jasad Rasdy belum dipastikan bisa dibawa pulang.
"Kami terus menghubungi pihak KBRI, cuma mereka bilang nanti tunggu polisi. Dan teman suami saya yang sudah di KBRI sempat minta surat kematian, katanya ada yayasan yang mau urus. Tapi ya gitulah kata KBRI ke polisi, macam di bola-bola (dioper) gitu. Terakhir semalam, Senin tanggal Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, masih komunikasi sama KBRI. Cuma sampai hari ini mereka sudah enggak ada kasih kabar lagi," kata Kiki.
"Harapan saya kepada pemerintah terkhusus kepada Bapak Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, agar dapat membantu memulangkan jenazah suami saya di Kamboja. Karena kalau kami mau ziarah ke makamnya, kami tau letaknya di mana," jelas Kiki, sembari menahan tangis.
Menurut Kiki, sampai saat ini ia sudah berulang kali mengirimkan pesan via WhatsApp ke KBRI, tapi sudah tidak dibalas.