Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ramadhan Fair Ditutup, Pemko Catat Transaksi UMKM Capai Rp2,2 Miliar
Wali Kota Medan, Rico Waas resmi menutup Ramadan Fair XX (Dok. Diskominfo Medan)
  • Ramadhan Fair XX di Medan resmi ditutup dengan total transaksi UMKM mencapai sekitar Rp2,2 miliar sejak pembukaan pada 25 Februari 2026.
  • Kegiatan ini menghadirkan sekitar 150 gerai kuliner dan puluhan stan kriya, serta berbagai lomba dan tausiyah yang memperkaya nilai spiritual masyarakat.
  • Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak warga menjaga nilai kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan yang diperoleh selama Ramadan untuk kehidupan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 Februari 2026

Ramadhan Fair XX Tahun 1447 Hijriah mulai diselenggarakan di kawasan Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli, menampilkan ratusan gerai kuliner dan stan UMKM.

16 Maret 2026

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi menutup Ramadhan Fair XX. Ia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan acara yang mencatat transaksi UMKM sekitar Rp2,2 miliar selama penyelenggaraan.

Tahun 2026

Selama pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini, tercatat sekitar 150 gerai kuliner dan puluhan stan kriya berpartisipasi dengan rata-rata penjualan Rp110 juta per hari serta dua ribu pengunjung setiap harinya.

Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan

Rico Waas mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan yang diperoleh selama Ramadan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penutupan Ramadhan Fair XX Tahun 1447 Hijriah di Medan yang mencatat total transaksi UMKM sekitar Rp2,2 miliar selama penyelenggaraan sejak 25 Februari 2026.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menutup acara didampingi Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap serta dihadiri pejabat Pemkot dan unsur Forkopimda.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Acara penutupan dilaksanakan pada Senin malam, 16 Maret 2026, setelah berlangsung sejak 25 Februari 2026.
  • Why?
    Kegiatan digelar untuk memperkuat tradisi Ramadhan Fair sebagai identitas budaya dan keagamaan Kota Medan serta mendukung perekonomian UMKM lokal.
  • How?
    Penyelenggaraan melibatkan sekitar 150 gerai kuliner dan puluhan stan kriya, disertai kegiatan religius seperti tausiyah dan lomba Islami dengan antusiasme ribuan pengunjung setiap hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ramadhan Fair di Medan sudah selesai. Banyak orang jual makanan dan barang di sana, ada 150 gerai dan banyak stan lucu. Uangnya banyak sekali, katanya sampai dua koma dua miliar rupiah. Wali Kota Medan, Pak Rico, menutup acaranya malam hari. Orang-orang senang karena bisa belanja, nonton lomba, dan dengar ceramah Ramadan bersama-sama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ramadhan Fair XX menunjukkan sinergi kuat antara nilai budaya, spiritual, dan ekonomi di Kota Medan. Dengan transaksi UMKM mencapai Rp2,2 miliar dan partisipasi sekitar 150 gerai kuliner serta stan kriya, kegiatan ini memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat yang berpadu dengan penguatan ekonomi lokal dan pengayaan nilai keagamaan selama bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Ramadhan Fair XX Tahun 1447 Hijriah mencatat perputaran transaksi bazar UMKM sekitar Rp2,2 miliar selama penyelenggaraan sejak 25 Februari lalu. Kegiatan tahunan itu resmi ditutup Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada Senin (16/3/2026) malam.

Didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Rico Waas menyampaikan bahwa Ramadhan Fair telah menjadi tradisi sekaligus identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat serta sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan.

“Ramadhan Fair telah menjadi tradisi dan identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan penutupan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala dan Zulkarnaen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Al Rahman, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

1. Tahun ini tercatat yang ikut serta Dalam 150 gerai kuliner

Wali Kota Medan, Rico Waas resmi menutup Ramadan Fair XX (Dok. Diskominfo Medan)

Rico Waas menambahkan, salah satu kekuatan utama Ramadhan Fair adalah keterlibatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini tercatat sekitar 150 gerai kuliner serta puluhan stan kriya yang meramaikan kawasan sekitar Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli.

“Ramadhan Fair bukan hanya perayaan budaya dan religi, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah,” katanya.

2. Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas yang memperkaya nilai spiritual masyarakat

Wali Kota Medan, Rico Waas resmi menutup Ramadan Fair XX (Dok. Diskominfo Medan)

Berdasarkan data panitia, selama penyelenggaraan Ramadhan Fair tahun ini total perputaran transaksi mencapai sekitar Rp2,2 miliar, dengan rata-rata penjualan sekitar Rp110 juta per hari. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi dengan jumlah pengunjung sekitar dua ribu orang setiap harinya.

Selain bazar kuliner dan produk UMKM, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas yang memperkaya nilai spiritual masyarakat, seperti tausiyah, lomba-lomba Islami mulai dari da’i cilik, azan, hafalan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Qur’an.

3. Rico Waas mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari

Wali Kota Medan, Rico Waas resmi menutup Ramadan Fair XX (Dok. Diskominfo Medan)

Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, Rico Waas mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan.

“Ramadan telah mengajarkan kita tentang kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam membangun Kota Medan yang kita cintai,” ujarnya.

Ia berharap Ramadhan Fair tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi terus berkembang sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat Kota Medan.

Editorial Team