Tapanuli Utara, IDN Times- Di tengah lanskap hijau Tapanuli Utara, berdiri sebuah bangunan yang bukan sekadar pusat kegiatan adat. Ia adalah simbol perlawanan, kebangkitan, sekaligus strategi masa depan. Pusat Adat dan Sentra Kerajinan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Simardangiang kini menjelma menjadi simpul penting yang menyatukan roh leluhur dengan ekonomi modern.
Diresmikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Kamis (12/2/2026), bangunan ini bukan hanya representasi arsitektur berfilosofi Batak. Material kayu, tata ruang terbuka, dan nuansa alam yang menyelimuti kawasan tersebut menegaskan satu pesan kuat. Masyarakat adat hidup dan tumbuh bersama hutannya. Namun yang membuatnya berbeda adalah fungsinya. Di sinilah emas hitam Tapanuli atau kemenyan tidak lagi berhenti sebagai komoditas mentah.
