Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Iptu Agus Purnomo (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sebelumnya, aksi premanisme di Medan Belawan berujung pada perampokan. Korbannya ialah seorang sopir truk kontainer bernama Zulkarnain. Kala melintasi Jalan Raya Simpang Jam, Medan Belawan, ia diberhentikan paksa oleh komplotan remaja yang membawa senjata tajam.
"Kejadian bermula saat korban Zulkarnain bersama istrinya melintas menggunakan truk kontainer menuju arah Gabion. Saat melintas di lokasi kejadian, truk korban dihadang oleh sekitar 6 pelaku yang mengancam akan melempari truk dengan batu apabila tidak berhenti. Melihat situasi tersebut, istri korban langsung menyimpan dompet ke dalam celana. Saat itu juga para pelaku memaksa korban dan istrinya membuka jendela truk," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo, Senin (12/1/2026) lalu.
Saat jendela dibuka, salah seorang pelaku langsung menodongkan senjata tajam kepada istri korban. Mereka diancam menggunakan pisau cutter dan memaksa korban menyerahkan dompetnya.
"Karena korban tidak menyerahkannya, salah satu pelaku masuk ke dalam truk melalui jendela dan menggeledah korban lalu mengambil dompet berisi uang Rp1,3 juta beserta satu unit handphone,” tutur Agus.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan itu mengatakan bahwa salah satu pelaku telah ditangkap pihaknya. Dia bernama Ravel, seorang remaja yang masih berusia 22 tahun.
"Pelaku menyatakan bahwa dirinya melakukan aksi tersebut bersama 5 orang rekannya yang kini masih dalam pengejaran. Ia juga mengaku sebagai perencana utama dalam aksi perampokan tersebut," pungkas Agus.