Mobil-mobil yang dihantam banjir di Aceh Tamiang (IDN Times/Prayugo Utomo)
Warga Aceh yang menetap di Medan bernama Vera (29 tahun) membenarkan kejadian itu. Ia sangat mengenal para relawan Aksi Semangat Peduli (ASP) dari Banten ini. Sebab, saat banjir di Aceh akhir 2025 lalu, para relawan itu membantu Desa Vera di Pante Baro Gle Sibla, Kabupaten Bireuen, mendirikan dapur darurat masyarakat.
"Mereka kan proyek pertamanya itu membuka dapur umum di desa kami, tepatnya Pante Baro Gle Sibla, Kabupaten Bireuen. Setelah program itu sukses, orang ini balik ke Banten. Nah, lalu mereka Januari ini punya program kedua. Program khusus untuk Ramadhan nanti, akhirnya mereka ke Aceh lagi kemarin berbagi 1.000 Al-Quran, mukenah, sajadah, untuk masyarakat Aceh Tamiang. Karena memang hubungan kami sudah seperti saudara, jadi kami suruh singgah saat mereka mau balik pulang ke Banten," cerita Vera, Selasa (20/1/2026).
Kebetulan Vera tidak berada di Aceh. Ia menginap di rumah saudaranya yang berada di Kecamatan Medan Polonia. Karena ingin bertemu lagi dengan para relawan itu, Vera berinisiatif menyuruh mereka istirahat di rumah saudaranya.
"Mereka datang ke rumah pukul 3 pagi. Jadi, mobilnya ditaruh di depan salah satu toko. Mereka istirahatlah di rumah di rumah saudara saya. Lalu kami ngobrol sambil menunggu salat subuh. Saat orang ini berbenah dan mengambil tas di dalam mobil, mereka melihat barang-barang mereka sudah berserakan," lanjutnya.