Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ALS Berangkatkan Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Sumsel untuk Uji DNA
Suasana terkini di loket bus ALS Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • PT ALS memberangkatkan keluarga kandung korban kecelakaan bus ke RS Bhayangkara Palembang untuk uji DNA karena jenazah sulit dikenali akibat luka bakar parah.
  • Satu kernet selamat dari kecelakaan namun mengalami trauma berat, sementara dua sopir dan satu kernet lainnya dinyatakan meninggal dunia.
  • Bus ALS jurusan Semarang–Medan yang mengalami kecelakaan merupakan unit cadangan keluaran 2002, dan pihak perusahaan menegaskan kondisi bus masih layak operasi setelah pemeriksaan rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Rabu (6/5/2026) membawa kabar duka bagi perusahaan transportasi PT Antar Lintas Sumatra (ALS). Satu unit busnya jurusan Semarang - Medan mengalami insiden tragis hingga menewaskan 11 penumpang dan 3 kru.

Korban yang meninggal mengalami luka bakar parah hingga hampir tidak bisa diidentifikasi. Menyikapi ini, PT ALS memberangkatkan keluarga korban dari Medan untuk uji DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatra Selatan.

1. Keluarga kandung korban diberangkatkan ALS ke Palembang untuk uji DNA

Kecelakaan bus ALS di Sumatra Selatan (dok.istimewa)

Staf Operasional PT ALS, Alwi Matondang, membeberkan kabar terbaru setelah insiden kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan. Ia mengatakan seluruh korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

"Kalau perkembangan terbaru, semua jenazah sekarang berada di Rumah Sakit Bayangkara Palembang. Bahwa semua jenazah baik sopir maupun penumpang kita sekarang berada di sana untuk dilakukan identifikasi," kata Alwi kepada IDN Times, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumsel. Pihak berwajib disebutnya meminta agar segera mengirim keluarga kandungnya untuk melakukan tes DNA.

"Karena jenazah korban sulit dikenali. jadi harus ada keluarga kandungnya dulu, biar bisa kita berangkatkan ke Palembang. Kalau informasinya kemarin ada yang berangkat, tapi bukan saudara kandung. Jadi makanya tadi sudah kita sampaikan juga sama keluarganya, biar dikirim lagi keluarga kandungnya," lanjut Alwi.

2. Kernet yang selamat alami trauma mendalam

Staff Operasional PT ALS Alwi Matondang (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Dikethui ari data yang IDN Times peroleh, 5 penumpang terdata dari ALS Semarang asal Sumatra Utara bernama Salim (warga Medan), Sukardi (warga Medan), Syamsiah (warga Medan), Budiyanto (Kisaran), Clinton (Siborong-borong). Nama-nama belum ada di data korban yang sudah diidentifikasi. Sejauh ini ada 6 jenazah yang belum teridentifikasi.

Alwi mengatakan bahwa selain keluarga penumpang yang mereka berangkatkan ke Sumsel, keluarga sopir yang meninggal dunia juga turut diantar. Sebab ada 2 sopir mereka dan 1 kernet dinyatakan meninggal dunia. Salah satu sopir bernama Julfan Efendi.

"Kemarin kita tanya sama satu kernet yang selamat, dia masih trauma. Karena ketika kita hubungi pun semalam di kantor polisi, kondisinya belum normal. Kita pun belum bisa memastikan informasi darinya seperti apa. Makanya kita masih menunggu dan koordinasi terus dengan yang di TKP," ujar Alwi.

Dari insiden tragis yang membuat belasan penumpang bus alami luka bakar ini, Alwi mengatakan pihaknya pasti melakukan evaluasi.

"Iya, jelas kita evaluasi. Itu setiap saat, tanpa kecelakaan juga, kita melakukan evaluasi untuk peningkatan-peningkatan. Evaluasi biasanya masalah kondisi unit kita, lebih kita tingkatkan perawatannya," sebutnya.

3. Bus sudah berusia 24 tahun

Suasana terkini di loket bus ALS Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Alwi merincikan bahwa bus ALS yang mengalami insiden itu berangkat dari Semarang sejak tanggal 3 Mei. Berdasarkan keterangannya, seharusnya hari ini tanggal 7 Mei bus sampai di Medan.

"Bus ini sudah 20 tahunan, dia tahun 2002. Jadi kebetulan kosong Semarang, makanya kita perbantukan bus ini ke Semarang. Kebetulan kan ada kendala di bus Semarangnya. Kalau rutenya kan dia posisi bus cadangan," aku Alwi.

Ia mengklaim bahwa kondisi bus merek Mercedes itu masih dikategorikan layak beroperasi. Bahkan Alwi menyebut pihaknya rutin melakukan pengecekan sebelum berangkat.

"Kalau pengecekan itu setiap operasi pasti kita cek dulu dia. Semua komponen, seperti rem, kondisi ban, masalah lampu, masalah mesin, semua kita periksa dia kondisinya. Busnya masih layak," pungkasnya.

Editorial Team