Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DSC02903.JPG.jpeg
Prof Dr Mirza Tabrani. (Dokumentasi Universitas Syiah Kuala untuk IDN Times)

Intinya sih...

  • Mirza Tabrani terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026-2031 dengan meraih 13 suara dalam pemilihan rektor.

  • Rektor terpilih diharapkan mampu merealisasi visi yang disampaikan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Safrizal, untuk menguatkan reputasi universitas.

  • Profil Mirza Tabrani: dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi USK, pakar pemasaran, pengalaman manajerial kuat di luar kampus.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banda Aceh, IDN Times - Mirza Tabrani terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala untuk periode 2026-2031. Hal ini berdasarkan hasil pemilihan dan penetapan rektor terpilih di Kota Banda Aceh, pada Senin (2/2/2026).

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang akhirnya hari ini USK berhasil mendapatkan pemimpin baru,” kata Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK Rusli Yusuf, dalam keterangan tertulis, Senin.


1. Mirza peroleh 13 suara, sedangkan Marwan terendah

Prof Dr Mirza Tabrani. (Dokumentasi Universitas Syiah Kuala untuk IDN Times)

Rusli mengatakan dalam pemilihan rektor kali ini ada tiga calon. Selama proses pelaksanaan tahapan pemilihan rektor, ia akui berjalan lancar dan baik. Dia mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua pihak.

Sementara, kaat Ketua PPR USK, jumlah suara sah dalam pemilihan yakni 19 suara. Mirza Tabrani  meraih 13 suara, Agussabti lima suara, dan Marwan hanya satu suara.

“Rektor terpilih ini akan dilantik paling lambat tanggal 8 Maret 2026,” ujar Rusli.


2. Rektor terpilih diharapkan mampu merealisasi visi yang disampaikan

Universitas Syiah Kuala (USK). (Dokumentasi Humas USK untuk IDN Times)

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Safrizal, mengatakan pemilihan ini menjadi sejarah baru bagi kampus sejak bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN BH). Sebab pemilihan dilaksanakan melalui proses yang demokratis oleh MWA. 

Hal ini, kata dia, menjadi penanda bahwa institusi Kampus Jantung Hatee Rakyat Aceh tersebut sedang melangkah ke fase baru, dengan kepemimpinan yang lahir dari mekanisme terbuka dan legitimasi bersama.

“Harapannya rektor terpilih mampu membawa visi yang telah disampaikan menjadi kerja nyata, menguatkan reputasi, sekaligus semakin mengharumkan nama universitas di tingkat yang lebih luas,” kata Safrizal.


3. Sekilas profil Mirza Tabrani

Prof Dr Mirza Tabrani. (Dokumentasi Universitas Syiah Kuala untuk IDN Times)

Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA merupakan dosen pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi USK. Ia mulai menempuh karir akademik dari pengabdian sebagai tenaga pengajar hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan universitas. 

Profesor kelahiran Banda Aceh pada 26 September 1967 ini menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Bisnis (MBA) dan Doctor of Business Administration (DBA) di Graduate School of Business, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Di bidang keilmuan, pria kelahiran 1967 itu dikenal sebagai pakar pemasaran, khususnya pada kajian perilaku konsumen, pemasaran jasa, pemasaran internasional, serta pengembangan produk baru. 

Sejumlah mata kuliah yang diampunya antara lain consumer behavior, services marketing, international marketing, dan business communication. 

Mirza Tabrani juga aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional.

Selain aktivitas akademik, ia memiliki pengalaman manajerial yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi USK.

Jabatan tersebut merupakan posisi yang menempatkan Mirza Tabrani pada peran strategis dalam pengelolaan akademik, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia di tingkat fakultas.

Di luar kampus, Mirza Tabrani juga aktif dalam organisasi profesi. Ia tercatat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh serta Ketua Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) USK. 

Atas pengabdiannya sebagai dosen, ia menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.


Editorial Team