Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Produk UMKM Korban Bencana Laku 7 Juta Transaksi Lewat E-Commerce
Menteri UMKM Maman Abdurrahman usai menggelar rapat koordinasi terkait pemulihan usaha pasca bencana, Medan, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Pemerintah meluncurkan platform e-commerce khusus untuk membantu UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat agar bisa kembali memasarkan produknya secara digital.
  • Dalam lima minggu peluncuran, tercatat lebih dari 7 juta transaksi produk UMKM di tiga provinsi tersebut, menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk lokal.
  • Tingkat pemulihan ekonomi UMKM berbeda di tiap provinsi, dengan Sumatra Barat mencatat transaksi tertinggi dan Aceh terendah, sehingga pemerintah terus memperluas dukungan digitalisasi pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pemerintah mendorong pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui digitalisasi pasar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka platform e-commerce khusus untuk memasarkan produk-produk UMKM dari daerah terdampak.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan platform tersebut menjadi salah satu strategi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana merusak usaha dan mata pencaharian mereka.

“Alhamdulillah, kita membuat UMKM yang produk-produk di tiga provinsi ini bisa dijual melalui platform khusus e-commerce, dan sampai hari ini sudah ada 7 juta lebih transaksi,” ujar Maman usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (11/3/2026).

1. Ribuan produk UMKM masuk platform digital

ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Pemerintah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan e-commerce untuk memasarkan produk UMKM dari wilayah terdampak bencana. Program ini membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha yang sebelumnya kehilangan tempat usaha maupun jaringan distribusi.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 2.600 produk dari sekitar 2.400 produk UMKM telah dipasarkan melalui platform digital tersebut.

Dengan masuknya ribuan produk ke pasar digital, pelaku usaha diharapkan bisa kembali memasarkan produknya tanpa harus menunggu pemulihan pasar fisik yang rusak akibat bencana.

2. Dalam lima minggu tercatat 7 juta transaksi

Ilustrasi UMKM. (IDN Times/Aditya Pratama)

Program pemasaran digital ini mulai berjalan sekitar lima minggu terakhir. Dalam waktu relatif singkat, transaksi yang terjadi di platform tersebut sudah mencapai jutaan.

“Sudah berjalan kurang lebih lima minggu, dan sudah ada sekitar 7,4 juta transaksi dari produk-produk UMKM di tiga provinsi terdampak,” ujarnya.

Jumlah transaksi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa produk UMKM dari daerah terdampak masih memiliki pasar, terutama ketika dipasarkan melalui kanal digital yang lebih luas.

3. Pemulihan ekonomi UMKM berbeda di tiap provinsi

Ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski transaksi cukup tinggi, tingkat pemulihan ekonomi UMKM di tiga provinsi terdampak bencana masih berbeda-beda. Pemerintah mencatat Sumatra Barat menjadi daerah dengan transaksi produk UMKM paling tinggi.

Sementara itu, Sumatra Utara berada di posisi kedua, sedangkan Aceh masih menjadi wilayah dengan tingkat transaksi paling rendah.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan ekonomi di setiap daerah tidak berjalan dengan kecepatan yang sama. Karena itu, pemerintah masih terus mendorong berbagai intervensi, termasuk memperluas akses pasar digital bagi pelaku UMKM di wilayah terdampak.

Editorial Team