Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times)
Dugaan kasus pelecehan seksual ini terungkap dari salah seorang murid SD di Sampali. Ia memberanikan diri melaporkan kasus ini kepada wali kelasnya.
Para murid awalnya takut-takut untuk mengaku. Namun setelah pelan-pelan ditanya, semuanya berani angkat suara.
"Ada pengakuan siswa yang melaporkan kepada Ibu guru. Jadi, wali kelasnya melaporkan kepada pihak kepala sekolah. Dari pihak sekolah semuanya mengembangkan permasalahan ini dan berlanjut. Akhirnya semua siswa yang diduga mendapat pelecehan tersebut mengakui menjadi korban dan melaporkan kepada pihak guru. Lalu Kepala Sekolah langsung menemui terduga pelaku di lapangan sepak bola SD. Kebetulan, beliau itu masih dalam keadaan sedang berjualan," beber Zulfan.
Berdasarkan pendataan dari pihak sekolah dan Kepala Dusun, mulanya siswa yang mengaku dilecehkan ada 14 orang. Namun ternyata ada dari sekolah lain yang masuk sekolah siang juga mengaku jadi korbannya, kini terhitung sudah ada 20 orang.
"Kami dan Bhabinkamtibmas di kantor Desa Sampali menanyakan kepada terduga pelaku. Dan dia mengakui. Terduga mengakui hanya mencium bibir dan pipi korban. Terduga tersebut juga mengatakan memberikan uang Rp2 ribu setiap siswa. Mainan yang dijualnya juga kadang diiming-imingi kepada korban. Dari informasi yang kita dapat dari siswa, ada yang dibuka roknya, ada yang diraba pinggangnya, ada juga yang dipegang payudaranya juga," pungkasnya.