Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Menyamar, Ungkap Transaksi 1 Kg Sabu di Parkiran RS di Langkat
Ilustrasi sabu-sabu (IDN Times)
  • Dua kurir narkoba ditangkap di parkiran RS Bidadari, Langkat, saat transaksi sabu 1 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh China seharga Rp190 juta.
  • Penangkapan dilakukan lewat operasi penyamaran polisi yang berpura-pura menjadi pembeli untuk membongkar jaringan peredaran sabu di lokasi tersebut.
  • Polda Sumut masih melanjutkan penyelidikan dan memburu bandar besar yang diduga mengendalikan distribusi sabu dari kedua tersangka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkat, IDN Times - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap dua kurir narkoba berinisial MF (33) dan KS (33) saat hendak melakukan transaksi sabu di parkiran RS Bidadari, Kabupaten Langkat, Sabtu (14/3/2026). Dari tangan mereka disita sabu seberat 1 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh China berwarna hijau. Rencananya akan dijual seharga Rp190 juta.

Penangkapan dilakukan melalui operasi penyamaran. Petugas berpura-pura menjadi pembeli untuk mengungkap jaringan di balik kedua tersangka yang diduga telah melakukan transaksi serupa berulang kali di lokasi yang sama.

1. Modus cerdik, transaksi dilakukan di area rumah sakit

Ilustrasi sabu-sabu. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kombes Andy Arisandi, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, mengatakan lokasi parkiran rumah sakit dipilih tersangka karena dianggap aman dan tidak mencurigakan.

“Rumah sakit selalu dijadikan tempat untuk transaksi. Mungkin kebiasaan tersangka melakukan transaksi di tempat yang dirasa aman itulah yang kemudian dilakukan,” ujar Andy, Rabu (18/3/2026).

2. Barang bukti besar dan harga fantastis

ilustrasi tangan diborgol (pexels.com/Kindel Media)

Dari penangkapan ini, polisi menyita sabu-sabu seberat 1 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh China warna hijau. Barang haram ini memiliki nilai jual hingga Rp190 juta jika berhasil diedarkan.

Jumlah barang bukti yang disita menunjukkan bahwa kedua kurir bukan pemain kecil. Mereka diduga terlibat dalam jaringan besar berskala internasional.

3. Penyelidikan berlanjut, bandar masih diburu

Tangan tersangka pencabulan diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Andy menegaskan bahwa penyelidikan belum berhenti pada penangkapan kedua kurir. Polda Sumut kini tengah memburu bandar yang mengendalikan peredaran sabu tersebut.

“Transaksi ini masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan di atas kedua tersangka, termasuk memburu bandar yang mengendalikan peredaran narkotika tersebut,” jelas Andy.

Editorial Team