ilustrasi SPBU (unsplash.com/Aldrin Rachman Pradana)
Ketidakpastian stok BBM selama hampir seminggu ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino terhadap kenaikan harga barang pokok lainnya. Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk segera berkoordinasi guna menuntaskan masalah distribusi ini agar tidak berlarut-larut.
Warga berharap ada pengawasan ketat untuk mencegah penimbunan atau ulah oknum yang mempermainkan stok di tengah kesulitan masyarakat. "Makanya, tolonglah disampaikan supaya segera membaik ini semua. Udah hampir seminggu loh yang langka-langka ini. Bisa gawat kita," tegas Sarif.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengatakan, saat ini distribusi BBM di daerah itu tengah dilakukan pemulihan bertahap. Meski pun dalam keterangan resmi mereka tidak menjawab, apa sebenarnya penyebab kelangkaan BBM itu.
“Dalam rangka menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi,” tulis pernyataan Pertamina.
Sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan tambahan suplai BBM melalui pengiriman kapal menuju FT Sibolga. Untuk produk Pertalite dan Biosolar (B40), disiapkan total muatan masing-masing sebesar 2.000 KL dan 4.000 KL yang dijadwalkan tiba pada Minggu (1/2/2026) dini hari. Sementara itu, suplai produk Pertamax sebesar 1.000 KL juga diperkirakan tiba pada periode yang sama.
“Dengan terealisasinya tambahan suplai tersebut, penyaluran BBM ke SPBU diperkirakan akan kembali berangsur normal mulai akhir pekan ini, sehingga antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut,” tutup pernyataan itu.