Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KPK Libatkan Institusi Keagamaan dalam Pencegahan Korupsi
KPK bersama Kemenag menggelar kegiatan safari keagamaan antikorupsi di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)
  • KPK RI menggelar Safari Keagamaan Antikorupsi di Medan untuk memperkuat pencegahan korupsi berbasis nilai moral dan spiritual bersama Kementerian Agama Sumatera Utara.
  • Johnson Ridwan Ginting menegaskan pemberantasan korupsi butuh partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, terutama lembaga keagamaan sebagai penguat nilai integritas dan karakter publik.
  • Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan guna membangun budaya antikorupsi berkelanjutan melalui penguatan nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
05 Mei 2026

KPK RI menyelenggarakan Safari Keagamaan Antikorupsi di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Medan. Acara dihadiri oleh Johnson Ridwan Ginting dan Syafrizal Bancin bersama jajaran aparatur serta tokoh agama se-Sumatra Utara.

05 Mei 2026

Johnson Ridwan Ginting menekankan pentingnya partisipasi institusi keagamaan dalam pemberantasan korupsi dan mengapresiasi komitmen Kemenag Sumut terhadap reformasi birokrasi dan integritas aparatur.

05 Mei 2026

Syafrizal Bancin menegaskan nilai-nilai keagamaan memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan amanah dan kewenangan.

05 Mei 2026

Forum tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan guna memperkuat budaya antikorupsi berbasis nilai moral dan spiritual.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    KPK RI menggelar Safari Keagamaan Antikorupsi untuk memperkuat pendidikan antikorupsi berbasis nilai moral dan spiritual di Sumatera Utara.
  • Who?
    Kegiatan dihadiri Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Johnson Ridwan Ginting, Kabag TU Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, serta aparatur dan tokoh agama se-Sumatera Utara.
  • Where?
    Acara berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai integritas dan memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pencegahan korupsi melalui penguatan moral dan karakter publik.
  • How?
    Penguatan dilakukan melalui forum dialog dan kolaborasi antara KPK, instansi pemerintah, serta tokoh agama untuk membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada acara di Medan tentang belajar supaya orang tidak korupsi. KPK datang ke sana bersama orang dari Kantor Agama. Mereka bilang semua orang harus jujur dan tidak curang. Guru agama dan tokoh agama diajak ikut bantu ajar kebaikan. Sekarang mereka kerja sama supaya semua orang punya hati baik dan tidak mau ambil yang bukan miliknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi di Sumatera Utara mencerminkan sinergi positif antara KPK dan institusi keagamaan dalam memperkuat nilai moral sebagai dasar pencegahan korupsi. Melalui kolaborasi ini, penguatan integritas aparatur dan kesadaran kolektif masyarakat dibangun secara seimbang antara sistem birokrasi yang baik dan pembentukan karakter berlandaskan spiritualitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus memperkuat pendekatan pencegahan korupsi berbasis nilai moral dan spiritual melalui kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi di Provinsi Sumatra Utara. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (05/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting, bersama Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Syafrizal Bancin. Forum ini juga melibatkan jajaran struktural dan aparatur sipil negara di lingkungan Kanwil Kemenag Sumut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA, tokoh agama, serta penyuluh agama se-Sumatra Utara.

1. Pemberantasan korupsi tidak dapat berjalan efektif tanpa partisipasi aktif institusi keagamaan

KPK bersama Kemenag menggelar kegiatan safari keagamaan antikorupsi di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting, menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat berjalan efektif tanpa partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, termasuk institusi keagamaan. Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran strategis sebagai penguat nilai sekaligus pembentuk karakter publik yang berintegritas.

“Pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan penegakan hukum. Dibutuhkan penguatan nilai dan karakter, dan di sinilah peran institusi keagamaan menjadi sangat penting dalam menanamkan integritas sejak dini,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi komitmen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dalam mendorong reformasi birokrasi, penguatan tata kelola, serta peneguhan integritas aparatur. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi akan semakin efektif ketika dibangun melalui sinergi antara penguatan sistem dan penguatan moralitas.

2. Nilai-nilai keagamaan memiliki posisi sentral dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat

KPK bersama Kemenag menggelar kegiatan safari keagamaan antikorupsi di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Syafrizal Bancin menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki posisi sentral dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Dia menyampaikan bahwa upaya menanamkan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas harus terus diperkuat, khususnya dalam mencegah penyalahgunaan amanah dan kewenangan.

3. Pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan

KPK bersama Kemenag menggelar kegiatan safari keagamaan antikorupsi di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

Melalui kegiatan ini, ditegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.

Pendekatan berbasis nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat integritas aparatur sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi di berbagai sektor kehidupan.

Editorial Team