Instagram.com/nicolasmaduro
Dalam konteks geopolitik global, SPI melihat pola yang berulang. Dominasi Amerika Serikat di Timur Tengah melalui Israel, intervensi di Amerika Latin melalui rezim Pinochet di Chili, Batista di Kuba, hingga Venezuela pra-Chávez.
Penangkapan Maduro menegaskan bahwa praktik lama tersebut masih terus direproduksi dengan bentuk yang semakin brutal.
“Jika praktik seperti ini dibiarkan, maka tidak ada negara Global South yang benar-benar aman. Serangan ini dampaknya buruk ke norma atau pergaulan internasional karena sudah tidak ada lagi batasan moral, apapun bisa terjadi. Hari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Karena itu, kami menolak segala bentuk intervensi, penculikan, dan kriminalisasi politik atas nama apapun,” pungkas Henry yang punya kedekatan pribadi dengan Maduro.
Sesuai dengan konstitusi Indonesia, bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
SPI menolak segala bentuk kolonialisme dan imperialisme atas nama apa pun. SPI menyerukan kepada organisasi petani dan gerakan sekutu, serta rakyat dunia, untuk mengorganisir aksi-aksi yang mengecam agresi imperialis ini dan memperkuat solidaritas internasional.