Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang hilang setelah longsor menerjang desa yang berlokasi di perbukitan tersebut, pada November 2025 lalu. (Foto: Junaidin Zai/IDN Times)
Perubahan tutupan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.
Direktur Yayasan Ekosistem Lestari, M. Yakob Ishadamy, menyoroti meningkatnya risiko kehilangan keanekaragaman hayati akibat tekanan terhadap hutan di Aceh.
Sementara itu, Konservasi Indonesia menilai pemulihan lanskap harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan wilayah.
“Perubahan tutupan hutan dan lanskap tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan wilayah dan keberlanjutan penghidupan masyarakat,” ujar Sundaland Program Director Konservasi Indonesia Jeri Imansyah.
Dari sisi sektor swasta, PT Socfin Indonesia juga menekankan pentingnya praktik pengelolaan lahan yang adaptif terhadap risiko bencana, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan dukungan terhadap petani kecil.