Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rumah tradisional terbesar di Nias adalah Omo Zebua (rumah rajah desa) di desa Bawömataluo, Nias Selatan (museum pusaka Nias)
Rumah tradisional terbesar di Nias adalah Omo Zebua (rumah rajah desa) di desa Bawömataluo, Nias Selatan (museum pusaka Nias)

Nias Selatan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pihaknya terus mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias. Ia menyebut, target pembangunan tidak hanya sebatas keluar dari status daerah tertinggal, tetapi menjadikan Nias sebagai kawasan unggulan di Sumut.

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias. Pemprov Sumut bahkan menyiapkan anggaran Rp305 miliar pada 2026, meningkat dari Rp250 miliar tahun sebelumnya.

“Kami ingin benar-benar menjadi bagian memajukan Nias, bukan hanya afirmasi daerah tertinggal, tetapi menjadi daerah yang unggul,” kata Bobby Nasution dalam rapat yang digelar, Kamis (12/2/2026).

1. Skema kebijakan tematik: Gunung Sitoli jadi Hub ekonomi, Nisel jadi destinasi wisata

Atlet surfing internasional menjajal ombak di Pantai Sorake, Nias Selatan, Sumatra Utara beberapa waktu lalu (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Pemprov Sumut menyusun kebijakan tematik dengan pembagian peran wilayah. Gunungsitoli diarahkan sebagai Hub Ekonomi dan Logistik, Nias Selatan sebagai Destinasi Wisata dan Budaya, sementara wilayah lain difokuskan sebagai zona produksi.

Strategi ini diharapkan menciptakan ekosistem pembangunan yang saling mendukung antarwilayah di Kepulauan Nias.

2. Anggaran Rp305 miliar digelontorkan untuk layanan dasar dan konektivitas

Pantai Sorake, Kabupaten Nias Selatan (maps.google.com/Ramolo Berutu)

Anggaran yang disiapkan difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas wilayah, serta penguatan ketahanan lokal dan daya saing global.

“Untuk mencapai itu, saya yang minta tolong ke pemerintah dan masyarakat, kita harus sepakat dulu, harus satu kesatuan, harus mau saling mendukung, Gunungsitoli dukung Nias Selatan, Nias Utara dukung Nias Barat, Nias Barat dukung Nias Utara dan sebaliknya,” ujarnya.

3. Targetkan ke luar dari status daerah afirmasi

Ajarkan Anak tentang Budaya Nias pada Pembukaan Sail Nias 2019, Nias Selatan, Sumatera Utara (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia optimistis Kepulauan Nias bisa keluar dari status daerah afirmasi dalam lima tahun mendatang.

“Kami optimis, keseriusan beliau akan mengeluarkan Kepulauan Nias dari daerah afirmasi khusus, tetapi tentu dengan dukungan seluruh pihak,” kata Sokhiatulo Laia.

Editorial Team