ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)
Selain pelatihan, pemerintah juga menyalurkan bantuan usaha kepada 100 pelaku UMKM yang tergolong miskin atau berada pada kelompok desil 1–2 serta penyandang disabilitas melalui program #KitaJagaUsaha. Setiap penerima mendapatkan bantuan usaha sebesar Rp1 juta serta paket sembako.
Program ini disalurkan melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Pemerintah juga menyiapkan dukungan lanjutan melalui program Klinik UMKM Bangkit yang membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan, memperbaiki proses produksi, hingga memperluas pemasaran.
“Kami berharap para pengusaha mikro dapat diringankan bebannya, bangkit kembali, dan mengembangkan usahanya seperti sebelum bencana terjadi,” ujar Menteri Maman.
Program pemulihan ini juga mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Salah satunya, Uhwaina Lubis, yang mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM difabel.
“Saya berterima kasih kepada Menteri UMKM atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya merasa sangat bahagia karena UMKM disabilitas semakin diperhatikan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dewi Natadiningrat, pendiri Rumah Difabel Sharaswaty yang menggagas program Difabelpreneur. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu para pelaku usaha difabel untuk kembali mengembangkan usahanya.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan kegiatan ini. Bantuan yang disalurkan tentu sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM difabel yang tergabung dalam komunitas kami,” tutur Dewi.