Petugas BBMKG Wilayah I Medan melakukan pemantauan gerhana bulan total, Selasa (3/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan Hendro Nugroho menjelaskan, jika terpantau sempurna, harusnya Blood Moon merupakan fenomena istimewa. Apalagi terjadi saat bulan Ramadan.
Dia menjelaskan, Warna merah muncul akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi. cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah diteruskan dan dipantulkan ke permukaan Bulan.
“Fenomena yang kelihatan merah itu adalah hari ini. Jadi bulannya seperti dimakan darah gitu ya,” kata Hendro disela pemantauan.
Di Indonesia, gerhana bulan bisa terjadi dua kali setahun. Namun fenomena Blood Moon langka terjadi. Mereka memrediksi, fenomena serupa akan terjadi pada 2028.