Sriana selaku istri Iman Abadi yang meninggal dunia diduga dibegal (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sekilas soal korban Iman Kurnia Abadi, IDN Times pada Juli 2025 lalu berkesempatan mengunjungi rumah duka. Adalah Sriana selaku istri korban yang tampak begitu terpukul.
Perempuan berusia 42 tahun itu mendengar kabar bahwa suaminya menjadi korban begal saat ia masih berada di Malaysia. Sontak saja Sriana langsung memutuskan untuk pulang ke Indonesia tanpa berpikir panjang.
"Mulanya suami saya dibilang kecelakaan. Setelah dilarikan ke RS, turunlah pihak Jasa Raharja mengurus semuanya. Dari pantauan CCTV, ternyata dia bukan kecelakaan tapi korban pembegalan. Informasi kecelakaannya disampaikan warga setempat yang menolong suami saya ke RS. Handphone dia hilang. Suami dirawat di RS PAC Belawan, baru dirujuk ke RS Bina kasih, 3 hari 2 malam tanpa operasi. Lalu dinyatakan meninggal dunia," kata Sriana kepada IDN Times, Rabu (30/7/2025) lalu di rumah duka.
Iman merupakan seorang tukang ojek pengkolan. Sudah 24 tahun ia bekerja mengantar penumpang di kawasan Belawan.
"Dia memang punya langganannya ke arah Belawan itu. Setiap pukul 3 pagi dia antar sewanya ke tempatnya. Pulang dari situ, kosong, balik ke pangkalan kembali. Saat pembegalan, terekam CCTV ada 3 orang pelaku keluar dari gang. Mereka melakukan pelemparan broti sehingga suami saya terjatuh. Sepeda motornya tak diambil, karena ada warga yang begadang mendengar ada seperti suara kecelakaan. Maka didatangi suami saya, jadi para pelaku mengurungkan niat mengambil sepeda motornya," lanjut Sriana.
Ia berharap para pelaku dijerat hukuman yang setimpal. Terlebih salah seorang pelaku dari komplotan begal itu sudah ditangkap.
"Suami saya dinyatakan meninggal dunia 3 hari setelah dirawat. Dia mengalami pembekuan di kepala lalu patah tulang bahu," pungkas Sriana.