Medan, IDN Times- Isu potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Informasi yang beredar luas di media sosial membuat sebagian warga panik dan memilih membeli BBM secara berlebihan karena takut terjadi kekosongan pasokan. Hal ini terjadi di banyak daerah termasuk Medan, Sumatra Utara dan Aceh.
Fenomena tersebut mendapat sorotan dari Dosen Ilmu Komunikasi, Dr Arianda Tanjung yang menilai kepanikan publik merupakan dampak dari penyebaran informasi yang tidak terkelola dengan baik di ruang publik digital.
Menurut Arianda, dalam perspektif ilmu komunikasi, persepsi ancaman dapat terbentuk ketika informasi yang belum tentu terverifikasi menyebar secara cepat, terutama melalui media sosial. Kondisi ini membuat masyarakat bereaksi secara emosional tanpa memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Ketika masyarakat menerima informasi yang belum tentu benar, apalagi dalam jumlah besar dan berulang di media sosial, maka akan terbentuk persepsi ancaman. Dari situ publik bisa bereaksi secara emosional dan tidak rasional,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
