Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panen Raya Berlangsung, Harga Beras di Medan Tak Turun
Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Musim panen raya padi di Sumatra Utara mencapai puncak, sementara harga gabah kering panen turun menjadi Rp7.200-Rp7.300 per kilogram dari kisaran Rp8.000.

  • Harga beras medium di Medan masih berada pada rata-rata Rp15.200-Rp15.750 per kilogram, karena penurunan harga gabah dinilai belum otomatis mengubah harga jual beras.

  • Kenaikan HPP dan risiko gagal panen akibat El Nino membuat harga beras sulit turun; pemerintah didorong menjaga pasokan di tengah ancaman kekeringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir Agustus

Musim panen raya padi di Sumatra Utara mulai berlangsung.

Pada bulan ini

Produksi gabah petani berada pada level puncak selama musim panen raya.

Jumat (9/10/2026)

Harga gabah kering panen turun menjadi sekitar Rp7.200 hingga Rp7.300 per kilogram, tetapi harga beras medium di Medan masih Rp15.200 hingga Rp15.750 per kilogram. Pengamat menilai harga beras belum berpotensi turun dalam waktu dekat akibat kenaikan HPP dan risiko gangguan iklim.

November mendatang

Musim panen raya padi di Sumatra Utara diproyeksikan berakhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga beras medium di Kota Medan belum turun meski Sumatra Utara sedang memasuki puncak musim panen raya padi dan harga gabah kering panen menurun.
  • Who?
    Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, petani, produsen atau kilang beras, pedagang, serta pemerintah terlibat dalam kondisi harga dan pasokan beras ini.
  • Where?
    Kondisi harga beras dipantau di Kota Medan, sementara musim panen raya dan produksi gabah berlangsung di Sumatra Utara.
  • When?
    Musim panen raya dimulai sejak akhir Agustus 2026 dan diproyeksikan berakhir pada November 2026. Gunawan menyampaikan kondisi tersebut pada Jumat, 9 Oktober 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga pokok produksi, risiko gangguan iklim El Nino, gagal panen di sejumlah wilayah, serta upaya menjaga pasokan dinilai membuat harga beras sulit turun.
  • How?
    Harga GKP turun menjadi Rp7.200–Rp7.300 per kilogram, tetapi beras medium di Medan masih Rp15.200–Rp15.750 per kilogram. Beras premium juga beredar di pasar tradisional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Medan, harga beras belum turun walau petani sedang banyak panen padi. Harga gabah dari petani sudah sedikit turun. Beras medium masih dijual sekitar Rp15.200 sampai Rp15.750 tiap kilo. Pak Gunawan bilang biaya membuat beras naik. El Nino juga bisa bikin sawah kering dan panen gagal. Pemerintah perlu menjaga beras tetap ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan iklim dan risiko gagal panen di sejumlah wilayah, puncak produksi gabah di Sumatra Utara menunjukkan ketersediaan hasil panen tetap terjaga. Penurunan harga gabah juga mencerminkan aktivitas panen yang berlangsung, sementara harga beras medium dinilai masih berada pada tingkat keekonomian, dengan perhatian kebijakan diarahkan pada kesinambungan pasokan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Hilal penurunan harga beras di Sumatra Utara (Sumut) belum terlihat, padahal produksi gabah tengah berada di puncak musim panen raya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan musim panen raya padi di Sumut sejatinya sudah dimulai sejak akhir Agustus dan diproyeksikan akan berakhir pada November mendatang. Pada bulan ini, produksi gabah hasil petani berada di level puncaknya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga gabah kering panen (GKP) juga mengalami penurunan di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.300 per kilogram (Kg), dari posisi sebelum musim panen yang berada di harga Rp8.000-an per Kg.

"Penurunan harga gabah ini pada dasarnya tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan atau justifikasi harga beras harus turun. Karena harga jual beras medium di lapangan sejauh ini masih sesuai dengan harga keekonomiannya," ujar Gunawan, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras medium di Kota Medan dijual dengan rata-rata harga Rp15.200 hingga Rp15.750 per Kg.

Bahkan, peredaran beras premium yang juga menyasar pasar tradisional dinilai menjadi bagian dari strategi produsen atau kilang maupun pedagang untuk mempertahankan marjin keuntungan.

1. Kenaikan HPP menjadi isu utama yang membuat harga beras sulit turun

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Menurut Gunawan, kenaikan harga pokok produksi (HPP) menjadi isu utama yang membuat harga beras sulit turun.

"Potensi harga beras turun dalam waktu dekat ini sepertinya tidak akan terjadi," tegasnya.

2. Gelombang El Nino masih menjadi masalah besar yang telah memicu gagal panen

Peluncuran Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Pemberian Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Alokasi Oktober–November 2025 di Medan (Dok. Istimewa)

Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan gelombang El Nino masih menjadi masalah besar yang telah memicu gagal panen di sejumlah wilayah di Tanah Air. Sehingga, arah kebijakan perberasan saat ini lebih cenderung pada upaya menjaga pasokan di masa mendatang.

"Karena risiko harga beras naik saat terjadinya gangguan iklim seperti saat ini peluangnya sangat besar terjadi," katanya.

3. Harapan agar harga beras bisa turun saat musim panen mungkin tidak akan terwujud pada tahun ini

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ia menambahkan, harapan agar harga beras bisa turun saat musim panen mungkin tidak akan terwujud pada tahun ini. Sekalipun Sumut pada dasarnya menjadi wilayah yang aman dari dampak El Nino.

"Yang paling penting saat ini adalah bagaimana upaya pemerintah untuk memastikan pasokan beras tetap terjaga, di tengah ancaman penurunan produktivitas lahan sawah karena kekeringan akibat El Nino," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article