Medan, IDN Times - Hilal penurunan harga beras di Sumatra Utara (Sumut) belum terlihat, padahal produksi gabah tengah berada di puncak musim panen raya.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan musim panen raya padi di Sumut sejatinya sudah dimulai sejak akhir Agustus dan diproyeksikan akan berakhir pada November mendatang. Pada bulan ini, produksi gabah hasil petani berada di level puncaknya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga gabah kering panen (GKP) juga mengalami penurunan di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.300 per kilogram (Kg), dari posisi sebelum musim panen yang berada di harga Rp8.000-an per Kg.
"Penurunan harga gabah ini pada dasarnya tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan atau justifikasi harga beras harus turun. Karena harga jual beras medium di lapangan sejauh ini masih sesuai dengan harga keekonomiannya," ujar Gunawan, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras medium di Kota Medan dijual dengan rata-rata harga Rp15.200 hingga Rp15.750 per Kg.
Bahkan, peredaran beras premium yang juga menyasar pasar tradisional dinilai menjadi bagian dari strategi produsen atau kilang maupun pedagang untuk mempertahankan marjin keuntungan.
