Tim MIND ID, Inalum dan BAI turunkan relawan untuk penanganan Karhutla (dok.MIND ID)
Sementara itu, Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika mengatakan, kehadiran relawan dari berbagai wilayah operasional menunjukkan solidaritas dan semangat gotong royong keluarga besar Grup MIND ID.
“Apa yang kami lakukan bukan cuma untuk hari ini atau penanganan sementara, tapi juga memastikan beban yang dirasakan masyarakat menjadi ringan, dan nantinya hutan dapat kembali pulih mampu menopang kehidupan,” katanya.
Sementara itu Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat setempat. Kehadiran tim di lapangan tidak hanya diarahkan pada proses pemadaman, tetapi juga membantu mencegah penyebaran api dan mengurangi potensi dampak karhutla yang lebih luas.
“Bagi Inalum, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati.
Sementara itu, Direktur Utama BAI, Darwin Saleh Siregar, menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Mempawah membutuhkan upaya yang tidak sederhana karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut, di mana api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam.
“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujar Darwin.