Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melihat Khusyuknya Tadarusan Ribuan Santri Ar-Raudlatul Hasanah
Tadarus melingkar Pesantren Ar Raudhlatul Hasanah, Sabtu (21/2/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Ribuan santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan rutin melaksanakan tadarus Al-Qur’an berjamaah setiap Ramadan dengan suasana khusyuk di Masjid Jami’ pesantren.
  • Kegiatan tadarus dilakukan dalam kelompok melingkar berisi delapan hingga sepuluh orang, berlangsung sekitar dua jam setiap hari, dan telah menjadi tradisi selama lebih dari sepuluh tahun.
  • Para santri menargetkan khatam Al-Qur’an dalam 20 hari menggunakan metode melingkar yang dinilai efektif serta diawasi langsung oleh para guru pembimbing pesantren.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Begitu azan Zuhur berkumandang, para santri bergegas. Merapikan sarung, membasuh wudu dan langsung masuk ke dalam masjid.

Beberapa senior di pesantren memberikan hitungan agar para santri junior mempercepat gerakan. Hanya hitungan dua menit, masjid Jami’ yang ada di Pesantren Ar-Raudhlatul Hasanah, langsung penuh dengan santri.

Pemandangan ini terjadi pada tiga Ramadan, Sabtu (21/02/2026). Usai salat zuhur, pengeras suara kembali bergema dengan bahasa Arab. Memerintahkan para santri membentuk kelompok-kelompok berbentuk lingkaran. Satu kelompok diisi dengan delapan sampai 10 santri.

Pengeras suara masjid kembali bergema. Melantunkan surat Al Fatiha yang langsung diikuti para santri. Tadarus pun dimulai.

1. Tadarus melingkar sudah digelar selama 10 tahun terakhir

Tadarus melingkar Pesantren Ar Raudhlatul Hasanah, Sabtu (21/2/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Lantunan ayat – ayat suci Alquran berkumandang dari setiap sudut masjid dengan dua lantai itu. Kelompok tadarus melingkar, meluas hingga selasar masjid. Mereka akan membaca Al-Qur'an sekitar dua jam. Waktu Ashar akan menjadi penanda tadarus usai.

Guru Bimbingan Konseling (BK) Ar Raudhlatul Hasanah Azmi Rauf Hasibuan menjelaskan, tadarus sudah menjadi tradisi di pesantren untuk mengisi kegiatan para santri. Totalnya ada 1.700 santri dan 1.700 santriwati yang mengikuti kegiatan ini.

“Metode seperti ini kurang lebih dari 10 tahun dilaksanakan,” ujar Azmi ditemui di sela tadarusan.

2. Target harus khatam selama 20 hari

Santri Pesantren Ar Raudhlatul Hasanah membaca Alquran mengisi kegiatan Ramadan, Sabtu (21/2/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Tadarus melingkar sudah digelar sejak satu Ramadan. Targetnya, para santri akan melakukan khatam Alquran pada hari ke 20 atau H-10 Idul Fitri.

Satu kelompok lingkaran dibaur antar berbagai kelas. Sehingga selama bertadarus para santri bisa saling menyimak dan mengoreksi jika ada bacaan yang keliru. Setiap kelompok memaksimalkan banyaknya ayat yang dibaca. Sehingga mereka bisa segera mengkhatamkan Alquran.

3. Metode melingkar dinilai efektif

Tadarus melingkar Pesantren Ar Raudhlatul Hasanah, Sabtu (21/2/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Sampai saat ini, metode tadarus melingkar masih dipertahankan. Karena kata Azmi, metode ini cukup efektif dipakai dalam tadarusan.

“Seluruh kegiatan ini mendapat pemantauan dari para guru-guru yang mengajar,” pungkasnya.

Editorial Team