Wilson, selaku owner Lokamart sekaligus Coffee Loca, official distributor kartu Pokemon bahasa Indonesia di Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)
Wilson sering menahan orang yang mau membeli kartu pokemon. Sebab, baginya kartu Pokemon bukan karena trend tapi beli karena suka. "Kalau nanya ‘mana yang lebih ada value?’, aku nggak setuju. Beli kartu mulai dari suka dulu. Suka Charizard? Beli semua Charizard. Jangan lihat rarity,” sarannya.
“Kalau merasa kemahalan, jangan dipaksain. Jangan cari yang termurah di market sepanas ini. Nanti kalau udah stabil, baru cari murah,” tambahnya.
Kini, banyak yang tidak mengetahui, Pokemon TCG udah setara e-sport. “Turnamennya ada tingkat kota sampai internasional. Di Indonesia ada Great Ball League sampai Master Ball League,” jelas Wilson.
“Kalau juara Master Ball League, diundang ke Kejuaraan Dunia. Akomodasi dan tiket pesawat ditanggung Pokemon. Juara dunia hadiahnya lumayan.” Bahkan tim e-sport Onic punya divisi TCG," sering juara satu juga," tuturnya.
Wilson memprediksi harga kartu pokemon kedepannya bakal dikoreksi, tapi tidak lama. “Sekarang banyak pemain lama pegang cash karena udah exit. Mereka nunggu harga turun 30 persen buat borong lagi. Jadi kalau koreksi, kita semua happy, terus naik lagi," katanya.
Buat yang mau grading ke PSA, Wilson sarankan ke official flagship di Singapura atau Malaysia seperti Concept Trading. “Prosesnya bisa setengah tahun lebih sekarang, dan makin mahal," terangnya.
Pesan terakhir Wilson adalah Pokemon itu dimainkan. Beli kalau suka. Jangan membeli karena potensi double bagger. "Kalau mau investasi, masih banyak instrumen yang lebih aman. Tapi kalau beli karena suka, itu yang paling benar.”
Mau belajar main? Locamart punya komunitas. “Perfect-nya buka pack isi 5 kartu random. Ada yang bisa dipake main. Itu tujuan utamanya. Kalau dapat kartu mahal, itu bonus,” tutup Wilson.
Loca mart berlokasi di Coffee Loca, jalan T. Amir Hamzah nomor 11 Medan. Tempat ini sudah 3 tahun menjadi rumah buat TCG Pokemon, bukan sekadar jualan, tapi juga edukasi: main dulu, cuan belakangan.