Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Medan Diguyur Hujan Seharian, BMKG Minta Warga Waspadai Banjir
ilustrasi hujan deras sebagai bagian dari kondisi cuaca harian (pexels.com/Md Nadim Mahmud)
  • Medan mengalami cuaca mendung hingga hujan seharian pada 12 Oktober 2026, salah satunya dipicu aktifnya gelombang atmosfer Rossby.

  • BMKG menjelaskan pola gelombang Rossby dapat memperlambat dan mempertemukan massa udara, sehingga pertumbuhan awan hujan makin intens saat kelembapan dan labilitas lokal mendukung.

  • Hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di 32 kabupaten/kota Sumut hingga 19 Oktober 2026; masyarakat diimbau waspada banjir, genangan, petir, dan angin kencang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (12/10/2026)

Medan dilanda cuaca mendung hingga hujan seharian. BMKG menyebut gelombang Rossby aktif mendukung pertumbuhan awan konvektif dan potensi hujan.

hingga sepekan ke depan

BMKG memprediksi kondisi cuaca serupa berpotensi berlanjut.

12-19 Oktober 2026

BMKG mengeluarkan prospek hujan sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang singkat di 32 kabupaten/kota Sumut. Masyarakat diimbau waspada banjir dan genangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Medan mengalami cuaca mendung hingga hujan sepanjang hari, dengan gelombang atmosfer Rossby aktif menjadi salah satu pemicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
  • Who?
    BMKG Balai Besar Wilayah I Medan dan prakirawan Martha Manurung menyampaikan kondisi cuaca serta imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
  • Where?
    Kota Medan, serta 32 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.
  • When?
    Hujan terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026. Potensi kondisi serupa diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan, dengan prospek cuaca 12–19 Oktober 2026.
  • Why?
    Pola gelombang Rossby memicu perlambatan dan pertemuan massa udara. Suplai uap air tinggi serta labilitas lokal kuat membuat pertumbuhan awan hujan lebih intens.
  • How?
    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai banjir dan genangan, serta memantau informasi resmi melalui media sosial @infobmkgsumut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Medan hujan dari pagi sampai malam pada Senin. BMKG bilang ada gelombang Rossby di udara. Gelombang ini membuat udara dan awan hujan berkumpul. Hujan seperti ini bisa masih ada sampai seminggu. BMKG bilang orang-orang di Sumut harus hati-hati banjir, petir, dan angin kencang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan BMKG mengenai peran gelombang Rossby memberi gambaran yang lebih jelas tentang dinamika cuaca Medan, dari pola aliran udara hingga pertumbuhan awan hujan. Dengan prospek cuaca dan informasi resmi yang telah disampaikan, masyarakat memiliki rujukan untuk memahami kondisi hujan yang berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Kota Medan dilanda cuaca mendung hingga hujan seharian pada Senin (12/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan menyebut salah satu pemicunya adalah aktifnya gelombang atmosfer Rossby.

Martha Manurung sebagai Prakirawan BMKG Wilayah I Medan menjelaskan, gelombang Rossby dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan potensi hujan di Sumut.

"Gelombang Rossby dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan potensi hujan, bergantung pada fase gelombang, kondisi kelembaban, dan dinamika atmosfer lainnya," ujar Martha kepada IDN Times, Senin (12/10/2026).

1. Gelombang Rossby muncul karena atmosfer berusaha menyesuaikan diri

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)

BMKG menjelaskan, gelombang Rossby muncul karena atmosfer berusaha menyesuaikan diri terhadap perubahan pengaruh rotasi Bumi dari wilayah ekuator menuju lintang yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat aliran udara tidak selalu bergerak lurus dari barat ke timur, melainkan dapat membentuk pola berombak atau berkelok.

"Gelombang ini menyebabkan aliran udara tidak selalu bergerak lurus dari Barat ke Timur, tetapi dapat membentuk pola berombak atau berkelok," jelasnya.

2. Pola berombak memicu perlambatan dan pertemuan massa udara

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Pixabay)

Lanjutnya, pola berombak inilah yang memicu perlambatan dan pertemuan massa udara. Ketika bertemu dengan suplai uap air yang tinggi dan labilitas lokal yang kuat, pertumbuhan awan hujan menjadi lebih intens.

Kondisi tersebut yang membuat cuaca di Medan pada Senin (12/10/2026) didominasi mendung hingga hujan seharian. BMKG memprediksi kondisi serupa berpotensi berlanjut hingga sepekan ke depan.

3. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir

ilustrasi curah hujan ekstrem (pexels.com/Kaique Rocha)

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan prospek cuaca 12-19 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari di 32 kabupaten/kota di Sumut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan, serta terus memantau informasi resmi BMKG melalui media sosial @infobmkgsumut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article