Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Medan Berasap, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Potret Kota Medan dari kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026). (Mahdiyyah Ardhina for IDN Times)
  • Dua stasiun IQAir di Medan mencatat kualitas udara tidak sehat, dengan indeks tertinggi 191 di Pangkalan Mansyur.

  • DLH Medan mengaitkan kabut asap dengan karhutla di wilayah Sumatra yang terbawa angin dan dipengaruhi cuaca.

  • Warga mengkhawatirkan kondisi tersebut, sementara DLH mengimbau pengurangan aktivitas luar ruangan dan penggunaan masker standar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dalam beberapa hari terakhir

Kota Medan diselimuti asap dan kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga.

Rabu (14/10/2026) pukul 16.00

Dua stasiun pemantau IQAir mencatat kualitas udara tidak sehat. Indeks tertinggi tercatat 191 di Stasiun Pangkalan Mansyur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kualitas udara di Kota Medan tercatat dalam kategori tidak sehat, dengan indeks tertinggi 191 di Stasiun Pangkalan Mansyur.
  • Who?
    Dua stasiun pemantau IQAir, DLH Kota Medan, Melvi Marlabayana, dan warga Medan terdampak kondisi udara tersebut.
  • Where?
    Kondisi itu tercatat di Stasiun Pangkalan Mansyur dan Stasiun idsMED - MDN - Komp Megacom di Kota Medan.
  • When?
    Pencatatan dilakukan pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00.
  • Why?
    DLH Medan mengaitkan perubahan udara dengan kabut asap dari wilayah lain di Sumatra, karhutla, cuaca, dan pergerakan angin.
  • How?
    Kabut asap dari wilayah lain terbawa angin. DLH memantau kualitas udara dan mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan serta memakai masker standar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kota Medan sedang banyak asap. Dua tempat pengukur udara mencatat udara tidak sehat. DLH Medan bilang asap datang dari daerah lain di Sumatra dan terbawa angin. Warga seperti Eka jadi khawatir dan memakai masker sebelum keluar. Sekarang DLH terus memantau udara dan mengingatkan warga agar berhati-hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemantauan dari dua stasiun IQAir memberi gambaran terukur mengenai kondisi udara di Medan. DLH juga menyatakan kualitas udara terus menjadi perhatian dan memberikan imbauan praktis kepada warga, sehingga masyarakat memiliki informasi untuk menyesuaikan aktivitas ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Dua stasiun pemantau IQAir di Kota Medan mencatat kualitas udara kategori tidak sehat pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00. Indeks tertinggi tercatat 191 di Stasiun Pangkalan Mansyur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan perubahan kondisi udara dipengaruhi sebaran kabut asap dari wilayah lain di Pulau Sumatra.

1. Pangkalan Mansyur catat AQI 191 dengan PM2.5 113 µg/m³

Potret Kota Medan dari kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026). (Mahdiyyah Ardhina for IDN Times)

Data IQAir menunjukkan Stasiun Pangkalan Mansyur mencatat indeks kualitas udara (AQI) versi Amerika Serikat sebesar 191. IQAir melabeli angka itu “tidak sehat”. Polutan utamanya partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi 113 µg/m³.

Pada jam yang sama, suhu di stasiun ini 32 derajat dengan kondisi hujan. Kelembapan 66 persen, kecepatan angin 13 km/jam, dan tekanan udara 1.008 mbar. Stasiun idsMED - MDN - Komp Megacom mencatat AQI 176 pada pukul yang sama, juga berlabel “tidak sehat”. PM2.5 di lokasi ini 91,4 µg/m³.

AQI Pangkalan Mansyur lebih tinggi 15 poin. Selisih PM2.5 antara kedua stasiun 21,6 µg/m³. Tampilan data kedua stasiun tidak menyebut penyebab angka tersebut.

2. DLH Medan kaitkan kabut asap dengan karhutla di Sumatra

Seorang pelajar tingkat Taman Kanak-kanak memakai masker saat hendak berangkat sekolah di tengah paparan asap diduga dari kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (14/10/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Melvi menyebut kabut asap itu berasal dari wilayah lain di Sumatra dan terbawa angin. Menurut dia, kondisi ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah pulau tersebut, serta dipengaruhi cuaca dan pergerakan angin. Ia menyatakan pemantauan kualitas udara terus menjadi perhatian DLH.

 Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun. Warga yang terpaksa keluar rumah disarankan memakai masker standar.

3. Warga khawatir kondisi semakin parah, kinerja pemerintah tangani Karhutla diragukan

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Kondisi Kota Medan yang diselimuti asap dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran warga. Eka, warga Medan Johor mengatakan, kabut asap membuatnya harus melakukan persiapan lebih sebelum ke luar rumah.

“Memang kita ini tidak punya gangguan pernafasan atau pun alergi udara. Namun kalau kondisinya seperti ini, menjadi tanda bahaya bagi kita. Sehingga harus mempersiapkan misalnya masker sebelum ke luar rumah,” katanya.

Kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Eka yang bekerja di ruang terbuka. Dia mendesak pemerintah untuk tegas menangani Karhutla. Sehingga masyarakat tidak berdampak.

“Setiap tahun kita membaca di berita, ada Karhutla. Justru menjadi pertanyaan, kenapa seolah tidak ada langkah pencegahan dan penindakan yang tegas untuk para pelaku pembakar hutan,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article